Dubes Palestina: Konflik Sektarian Merugikan Palestina

[sc name="adsensepostbottom"]

Zionis Isreal menyebabkan fitnah sektarian Sunni-Syiah sangat merugikan Palestina. Negara-negara Islam menjadi kurang mendukung kemerdekaan Palestina. Israel juga semakin menindas Palestina tanpa ada yang mencegah.

dubespalestinaDuta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi mengatakan satu-satunya negara yang masih dijajah di masa kini adalah Palestina. Ketika negara-negara lain sudah mengecap Dubes Palestina kemerdekaan, tinggal Palestina sendiri yang masih menjadi korban penjajahan di dunia.

“Palestina adalah contoh dari kolonialisme yang masih ada di dunia ini. Bayangkan, kami dipenjara di tanah kami sendiri, tiap saat diteror, tak bisa hidup layak seperti manusia lainnya,” kata Mehdawi, dalam seminar International Dunia Islam bertajuk “Palestina Pasca Dikibarkan Bendera di PBB, di UI, Depok, Kamis pekan lalu. Baca: Inilah Faktor Palestina Pusat Perhatian Dunia.

Mehdawi juga mengeluhkan kekecewaannya atas sikap Zionis Israel yang memecah-mecah belah umat Islam agar tidak fokus mendukung gerakan pembebasan Palestina dengan isu takfirisme dan adu domba sektarian.

“Fenomena takfirisme dan adu-domba sektarian Sunni-Syiah itu sangat merugikan Palestina.  Ketika negara-negara Islam kondisinya bagus, mereka bisa lebih mendukung Palestina. Tapi ketika mereka kacau, karena dilanda fitnah sektarian, mereka mundur kurang membantu Palestina,” keluh Mehdawi. Baca: Dubes Palestina: Indonesia Negara Istimewa, Berkomitmen Dukung Kemerdekaan Palestina.

Menurut Mehdawi, ini bukan kebetulan belaka,  Ziones Israel memanfaatkan situasi ini, ketika semua orang sibuk dengan masalahnya sendiri-sendiri,  seperti di Irak, di Syria, di Yaman, Ziones Israel makin menindas Palestina tanpa ada yang mencegah.

Mehdawi berharap umat Islam di seluruh dunia bisa membantu gerakan kemerdekaan Palestina dengan banyak cara. Seperti datang ke Masjid Al Aqsa, menjalin hubungan ekonomi, membantu anak-anak Palestina dalam pendidikan dan juga memboikot produk-produk Israel.

Pada kesempatan ini, Pengamat Politik Timur Tengah, Muhammad Luthfi Zuhdi menuturkan,  isu sektarian memang mempengaruhi gerakan muqawwama. Menurutnya, kalau di Palestina mungkin tidak terlalu berpengaruh karena mereka punya musuh bersama. Tapi,  ketika negara-negara itu sibuk ngurusin  diri sendiri dan dananya lari untuk kepentingan yang lainnya. “Palestina, banyak mendapatkan bantuan dari Iran. Meskipun Hamas Sunninya paling kuat, dengan Iran dekat,” ujarnya.

Luthfi menegaskan efek paling besar dari isu sektarian adalah di luar Palestina. Isu itu dikhawatirkan kalau dibesar-besarkan akan memperlemah beberapa negara lain termasuk Indonesia. ”Maka, kita harus lebih fokus pada katakanlah musuh bersama, problem bersama, Ziones Israel itu sendiri,” tukasnya.