Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Menag: MUI Harus Perkuat Kajian dan Turun Ke Masyarakat

[sc name="adsensepostbottom"]

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saif Menag: MUI Harus Perkuat Kajian dan Turun Ke Masyarakatuddin berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat memperluas wilayah kajiannya sehingga lebih komprehensif dan bermanfaat bagi pengembangan masyarakat.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Demikian disampaikan Lukman dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI pertama kepengurusan baru MUI Pusat, di hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Selasa (10/11).

“ Kajian MUI tidak hanya berbasis pada dalil-dalil Naqlil, tetapi juga didukung dengan kajian dari berbagai bidang keilmuan,” kata Lukman.

Karena itu, lanjut Lukman, dikotomi antara ulama dan cendekiawan mesti ditutup rapat agar MUI mampu menghasilkan kebijakan yang komprehensif dan bermanfaat untuk negeri ini. MUI, juga perlu lebih intensif masuk ke masyarakat, agar mampu mengadvokasi dan mengagresikan kepentingan masyarakat kepada pemerintah.

“Dalam Rakernas MUI pertama bertajuk “ Konsilidasi Organisasi untuk Meningkatkan Peran MUI dalam Melayani dan Melindungi Masyarakat.” Tentu diharapkan kedepan, MUI mampu dekat dengan masyarahat dan fatwa-fatwanya dinanti sebagai penyejuk dan pencerah umat Islam sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI,” tegas Lukman.

Menurut Lukman, para ulama adalah pewaris tugas-tugas para Nabi (warasatul anbiya). Karena itu, selain memberi fatwa (muffi), sudah semestinya MUI memainkan peran sebagai pembimbing dan pelayan umat (irsyadat wa khadim al-ummah).

Dalam kontek ini, kata Lukman,    MUI harus mampu menjadi  lokomotif gerakan rekonsiliasi dan pembaharuan (islah wa al-tajdid), selain juga sebagai pengerak amar ma’ruf nahyi munkar

Selain umat Islam, tegas Lukman, MUI juga harus mampu menaugi warga Indonesia lainnya. Konsisten pada nilai-nilai washatiyah, moderat dan menolak sikap intoleran. Karena menurutnya, kemajemukan umat Islam dan bangsa ini, harus disikapi secara arif bijaksana, sebagaimana tuntunan agama Islam. Agar bangsa kita menjadi umatan wasathan yang mamu mengejar kemajuan.

MUI yang memiliki simpul-simpul peran yang sangat strategis diharapkan mampu terus memupuk dan meningkatkan ketentraman umat sebagai manifestasi Islam sebagai rahmatan lil alamin. “MUI bertanggungjawab dalam mewujudkan keteraturan pranata sosial atas dasar Islam wasathiyah, Islam yang damai dan menentramkan umat manusia dan bangsa ini,” pungkas Lukman.