MUI Prioritaskan Islam Wasathiyah

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadikan program Islam Wasathiyah sebagai agenda prioritas dalam program kerja lima tahun kedepan.

gedung muiMajelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyusun program kerja untuk lima tahun mendatang melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2015 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada pekan lalu.

Sekretaris SC Rakernas I MUI Bidang Hukum dan Perundang-undangan, Rofiqul Umam, mengatakan, program kerja lima tahun yang dihasilkan merupakan elaborasi dari hasil Musyarawah Nasional (Munas) IX MUI di Surabaya, Jawa Timur, pada Agustus 2015 lalu.

Lebih lanjut Rofiqul menyampaikan, program kerja lima tahun itu dibagi dua. Yakni, ada program kerja komisi-komisi MUI dan program kerja badan atau lembaga MUI,seperti Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM MUI) dan Dewan Syariah Nasional (DSN).

“Semua agenda itu, isu tentang ukhuwah masih menjadi prioritas utama. Bagi MUI, mengawal isu tentang persatuan umat sangatlah penting di tengah gejolak pemikiran yang sangat beragama,” kata Rofiqul yang juga menjabat Wakil Sekretaris MUI kepada MySharing, ditemui di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (17/11). Baca: Menag: MUI Harus Perkuat Kajian dan Turun Ke Masyarakat.

Ia menegaskan, MUI hingga saat ini masih berkomitmen mengenai moderisasi Islam. Oleh karena itu, MUI selalu berada di tengah dalam paradigma berpikir dan bertindak tentang Islam.

Untuk itulah, lanjut Rofiqul,  MUI menginduksikan dan memperkenalkan, sebenarnya paham itu sudah sejak lama diterapkan dalam kehidupan. Namun, saat ini paham itu diformalkan dalam bentuk Islam Wasathiyah.

Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin, juga menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah menjadi program prioritas agenda kerja MUI. Terutama terhadap kelompok-kelompok Islam yang kurang toleran sikapnya dan banyak penyimpangan yang memang harus diluruskan.

“MUI sedang memantapkan program Islam Wasathiyah. Program ini digalakkan untuk menangkal kelompok-kelompok Islam radikal yang perbuatannya telah mencoreng agama Islam,” tegas Ma’ruf.

Menurutnya, agar progam ini berjalan, MUI akan menyiapkan banyak da’i dari berbagai provinsi di Indonesia. “Nantinya, sebelum para da’i disebar di beberapa provinsi, MUI terlebih dahulu akan memberikan pendidikan tentang cara menyampaikan Islam Wasathiyah yang benar,” pungkasnya. Baca: MUI akan Sertifikat Da’i.