Islamophobia Meningkat di Inggris

[sc name="adsensepostbottom"]

Serangan terkait Islamophobia meningkat drastis di Inggris sejak terjadinya peristiwa teror di Paris, Prancis, beberapa waktu lalu.

ukmoslemkidsKomunitas muslim di Inggris tercatat telah menjadi korban lebih dari 100 serangan rasial, sejak serangan teror di Paris yang terjadi pada 13 November 2015. Utamanya serangan tersebut menimpa para muslimah yang berbusana muslim. Berdasar statistik yang dihimpun Tell Mama, organisasi yang mencatat insiden serangan verbal dan fisik kepada Muslim dan masjid di Inggris, sebagian besar korban Islamophobia adalah wanita muslim berusia 14-45 tahun yang berbusana muslim. Sementara, para pelaku utamanya pria berkulit putih berusia antara 15-35 tahun.

Dalam laporan kepada gugus tugas pemerintah terungkap bahwa serangan terkait Islamophobia telah meningkat lebih dari 300 persen menjadi 115 kejadian. Namun, jumlah serangan yang tercatat di Tell Mama itu diproyeksikan tak mencerminkan jumlah insiden yang terjadi sesungguhnya di lapangan, karena banyak korban kekerasan yang terlalu takut untuk melapor ke polisi atau komunitasnya.

Di sisi lain, pemotongan anggaran kepolisian pun dinilai telah turut memengaruhi kesempatan kerja sama dan membangun kepercayaan dengan komunitas. Juru bicara Dewan Muslim Inggris untuk keamanan dan kontra-terorisme Miqdaad Versi, mengatakan pemotongan anggaran memengaruhi kesempatan bagi organisasi masyarakat untuk membangun hubungan dengan para polisi. Baca: Islamophobia: Muslimah Inggris Disiram Alkohol

“Jumlah petugas kepolisian telah dikurangi secara drastis, sehingga sulit melihat bagaimana pemotongan tersebut tidak akan membuat situasi menjadi lebih buruk. Agar terdapat kebijakan yang efektif melawan terorisme di masyarakat, maka penting bagi kepolisian untuk terlibat dan membangun kepercayaan dengan masyarakat sebagai rekan,” pungkasnya, dikutip dari World Bulletin, Selasa (24/11).

Dalam peristiwa teror di Paris setidaknya lebih dari 125 orang tewas dan 350 orang terluka. Serangan teror terjadi di tujuh titik yang tersebar di stadion sepakbola Stade de France (tempat berlangsungnya laga persahabatan Prancis vs Jerman), bar Le Carillon, restoran Le Petit Cambodge, Rue de la Fontaine au Roi, kafe La Belle Equipe, konser di La Bataclan, dan Rue de la Coquerie.