Sistem di Pesantren Harus Diperkuat

[sc name="adsensepostbottom"]

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang fokus terhadap pendidikan dan pembinaan 24 jam, baik formal ataupun informal. Bahkan, dewasa ini pesantren tidak hanya identik dengan rutinitas ibadah, tetapi juga dapat bersaing dalam sains dengan sekolah formal lain.

santriDalam Sarasehan Pesantren Nusantara bertajuk “Optimalisasi Peran Pesantren dalam Dakwah Nusantara” yang digelar oleh Dompet Dhuafa pada 1-3 Desember 2015, Ustadz Bachtiar Nasir, menuturkan di tengah dinamika seperti sekarang ini, sebuah sistem di pesantren harus dibangun dan diperkuat.

Namun di saat yang sama juga harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan ummat pada zamannya, sehingga akan lebih siap jika suatu ketika dilepas perjalanannya. “Seperti saat Lirboyo melahirkan pesantren-pesantren anak cucunya seperti Tebu Ireng dan Krapyak, itu menjadi sebuah basis yang patut dijaga untuk harus terus melahirkan kader-kader ulama,” kata Bachtiar, dalam siaran pers yang diterima mysharing, Rabu (2/12).

Dengan adanya regenerasi, lanjut Bachtiar, para dai dan ulama pun bisa terus mensyiarkan agama. “Semakin banyaknya guru menyampaikan dakwah, tentu juga akan mengurangi distorsi pengertian dari dinamika terkait Islam yang terjadi di masyarakat,” katanya. Baca: MUI akan Sertifikat Da’i

Ia menyontohkan seperti bergulirnya perbincangan tentang Syiah, ISIS, Wahabi dan lain-lainnya, yang menjadi trending topic sekarang ini. “Di situlah peran ulama dan orang-orang pesantren dibutuhkan untuk meluruskan dan menundukkan persoalan ini. Karena jika tidak teratasi, itu berpotensi untuk menimbulkan perpecahan yang sangat sadis,” ujar Bachtiar.