Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta antar umat beragama membangun toleransi yang kuat untuk perbaikan di masa mendatang, dengan menumbuhkan kerjasama.

Ma’ruf mencontohkan, seperti persoalan toleransi umat beragama di Tolikara dan Aceh Singkil. Sangatlah disayangkan persaolan itu masih terus terjadi dan malah menghambat pembangunan bangsa. “Kapan kita bekerja kalau terus terjadi konflik antar umat beragama dan seagama. Tahun 2016 harus tercipta sinergi antar umat beragama membangun bangsa tanpa konfilik,” kata Ma’ruf kepada MySharing, di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu pekan lalu.
Ma’ruf meminta umat untuk mengubur khalifah. Karena menurutnya, justru hal itu akan menghambat umat untuk tumbuh lebih baik dalam pembangunan bangsa ini. Ia berharap agar umat beragama bersinergi bekerjasama, bahu membahu dan saling menopang dalam mempersatukan NKRI.
Lebih lanjut Ma’ruf menegaskan, pada tahun 2015, umat Islam menunjukkan upaya untuk membangun kembali umat yang kuat. Oleh karena itu, ia pun menyerukan kembali kepda umat Islam agar berpikir untuk meningkatkan peran sesuai dengan jumlahnya. Pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) perlu menjadi perioritas. “ Umat Islam ini besar jumlahnya, tapi kecil perannya. Untuk itulah, kualitas SDM harus diprioritaskan lebih ditingkatkan,” tegasnya.

