Pemerintah resmi menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 12 persen menjadi 9 persen berlaku mulai Senin 4 Januari 2016. Penyaluran KUR ditargetkan mencapai Rp 100 triliun.

Menurutnya, penyaluran KUR masih dilakukan oleh tiga bank BUMN, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI). Bank swasat, yakni Bank Sinar Mas dan MayBank juga ikut menyalurkan KUR yang khusus bagi TKI, dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu BPD Kalimantan Barat dan BPD Nusa Tenggara Timur.
Tahun 2016 ini, penyaluran KUR untuk tiga bank BUMN ditargetkan adalah BRI Rp 67,5 triliun, Bank Mandiri Rp 13 triliun dan BNI Rp 1,5 triliun. Adapun BPD ditargetkan menyalurakan Rp 2,5 triliun, bank umum lainnya (swasta Rp 4 triliun dan lembaga keuangan non bank Rp 1,5 triliun.
Puspayoga sangat optimis penyaluran KUR 2016 bisa tercapai, dengan didominasi plafon KUR mikro dibandingkan KUR ritel. Sebab menurutnya, bank swasta dan Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) akan banyak fokus kepada KUR mikro. Adapun plafon KUR mikro hingga mencapai Rp 25 juta dan plafon KUR ritel sebesar Rp 25 juta-Rp 500 juta dan tanpa agunan.
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) mengapresiasi penyaluran KUR tahun 2015 karena mampu mencapai Rp 22 triliun atau sekitar 72 persen dari target Rp 30 triliun. Menurutnya, pencapaian ini sangat bagus mengingat penyaluran KUR tahun 2015 baru mulai pada 18 Agustus 2015. “Atas kerjasama yang solid bank-bank pelaksana, hingga 31 Desember tercapai penyaluran KUR Rp 22 triliun,” kata Puspayoga.
Lebih lanjut Menkop dan UKM menyampaikan, pemerintah juga membuka peluang bank swasta untuk ikut berpartisipasi menyalurakan KUR. Saat ini, ada 10 bank swasta yang tengah diseleksi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di samping itu, ada 6 BPD yang akan menyalurkan KUR.
Namun demikian, terhadap bank swasta dan BPD, diberlakukan persyaratan yaitu memiliki Non Performing Loan (NPL) kurang dari 5 persen dan portofolio kredit UMKM minimal 5 persen. Puspayoga berharap berharap 10 bank swasta tersebut memenuhi persyaratan, sehingga penyaluran KUR akan lebih cepat dan sasaran tercapai.
Selain itu, pemerintah juga membuka kesempatan bagi LKBN turut berpartisipasi menyalurkan KUR. “Hanya saja, pada 2016 ini LNKB belum ada seleksi akan dilakukan dengan tahapan pilot project,” pungkas Puspayoga.

