MUI Kaji Ideologi Gafatar

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang mengkaji keterkaitan ideologi organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dengan hilangnya sejumlah orang di berbagai daerah.

gedungmuiKetua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Cholil Nafis, mengatakan, hingga kini MUI masih melakukan kajian mendalam terkait gerakan dan ideologi Gafatar.” Kami masih mengkajinya terlebih dahulu pola ajaran Gafatar. MUI juga membentuk tim pengkajian untuk mencari data lengkap terkait Gafatar,” kata Cholil kepada MySharing, di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (12/1). Baca: MUI Bentuk Tim Pengkajian untuk Teliti Gafatar.

Berkaitan dengan orang hilang, Cholil menuturkan, memang ada beberapa organisasi dengan ideologi dan aliran tertentu yang menjurus pada penghilangan orang atau kabur dari rumahnya. Menurut Cholil, aliran seperti ini memang sedang tumbuh di Indonesia.

Menurutnya, hal ini tidak bisa dilepaskan dari beberapa penyebab. Pertama, tingginya semangat keagamaan tapi tidak dibarengi dengan pemahaman agama yang baik. Kedua, orang dengan semangat keagamaan tinggi yang tidak terbiasa mencari guru agama yang baik.

Adapun ketiga, tegas Cholil, adalah fenomena sosial dan kekecewaan terhadap kelompok agama dominan. Dan keempat, yakni minimnya wawasan dan referensi keagamaan.

Namun demikian, Cholil menegaskan, bagaimana pun kasus orang hilang bisa menjadi tindak pidana yang harus diusut oleh kepolisian.”Kasus orang harus tetap dipidana pelakuknya, apalagi kalau terkait aliran atau ideologi menyesatkan,” paparnya. Baca: MUI Pusat Masih Rumuskan Fatwa Gafatar.