Kendati tak mencapai target tahun lalu, Bank BJB Syariah tetap membidik pertumbuhan positif di tahun ini.

Menurutnya, di tengah perlambatan ekonomi pada tahun lalu hampir semua bank syariah mengalami off target, walau ada juga yang on target. “Dengan target tercapai 90 persen tahun lalu sudah cukup bagus. Di tahun ini kami juga akan lebih mengembangkan bisnis lagi,” jelas Adam. Baca: OJK Imbau Bank Syariah Miliki Share 10% Dari Induk
Pada tahun ini Bank BJB Syariah menargetkan pertumbuhan antara 15-20 persen dari tahun lalu. Selain penempatan dana pemerintah provinsi Jawa Barat di Bank BJB Syariah yang menimbulkan optimisme, Adam mengutarakan Bank BJB Syariah juga ditunjuk menjadi Bank Operasional II oleh Kementerian Keuangan. “Itu akan digarap juga di tahun ini,” katanya.
- “Hijrah Lebih Bermakna” Refleksi Perjalanan Panjang 34 Tahun Bank Muamalat
- Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029
- Milad ke-34, Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi: Renovasi Masjid-Musala di Wilayah Bencana Sumatera
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
Di sisi pembiayaan, Bank BJB Syariah akan lebih menggenjot bisnis pembiayaan konsumer. Pada tahun lalu pembiayaan konsumer telah melampaui 50 persen. Di tahun ini portofolio pembiayaan konsumer rencananya akan ditingkatkan antara 60-70 persen.
Pada Desember 2015 BJB Syariah mencatat aset sebesar Rp 6,45 triliun, pembiayaan hampir Rp 5 triliun, dan DPK sekitar Rp 5,2 triliun. Rasio kecukupan modal tercatat di kisaran 15 persen. Saat ini Bank BJB Syariah memiliki jaringan delapan kantor cabang, 53 kantor cabang pembantu dan dua gerai.
[bctt tweet=” Portofolio pembiayaan konsumer BJB Syariah ditargetkan antara 60-70%, 2016″]

