Sentuhan BNI Syariah memudahkan Nara Kreatif mengepakkan sayapnya mendulang mimpi bersama anak jalanan.

Di ruang tengah rumah Nara Kreatif di komplek Bumi Harapan Permai, Kramatjati, Jakarta Timur, hari itu Senin sore ( 18/1) puluhan anak terlihat asyik berkreasi berbahan daur ulang kertas. Tangan-tangan mungil mereka begitu trampilnya hingga terbentuk sebuah kotak makanan berwarna hijau dengan di atasnya bertuliskan ”Narafood”.
Mereka itu adalah anak-anak jalanan menghuni asrama Nara Kreatif. Mereka memilih untuk memperoleh penghasilan tetap, tanpa harus mendulangnya di jalanan. Cukup dengan daur ulang kertas, mereka mendapatkan kesempatan berkreasi dan lebih percaya diri. Bahkan tak jarang dari mereka berani tampil memberikan pelatihan daur ulang kertas kepada orang lain.
Asep contohnya. Bocah berusia 15 tahun penghuni asrama Nara Kreatif ini kerap memberikan trik-trik mendaur ulang kertas kepada mahasiswa di kampus-kampus dan juga ibu-ibu di sekitar komplek. Bahkan Asep mengaku kalau ia juga memberikan pelatihan itu kepada perempuan pekerja seks komersil (PSK) di bilangan Jatinegara, Jakarta Timur.
”Alhamdulilah saya jadi lebih percaya diri dan bisa memberi manfaat kepada orang lain. Kini, ibu-ibu pekerja komesil itu ada yang sudah mandiri berkreasi daur ulang dan menjualnya. Mereka pun berhenti profesi. Saya bersyukur banget, semua ini berkat bang Neza yang telah menampung dan mendidik saya untuk selalu berbagi pada sesama,” ungkap Asep terlihat matanya berbinar.
Ya, Nezatullah Ramadhan, penjuang Nara Kreatif yang mampu membangkitkan semangat dan percaya diri anak-anak jalanan. Dalam pandangan Neza, mereka kehilangan mimpi dan semangat, hanya berpikir bagaimana melangsungkan hidup hari ini, tanpa peduli bagaimana esok akan berlangsung. Nasib miris mereka dengan sikap yang cenderung liar itu hampir setiap hari terlihat begitu besar menyita rasa kemanusiaan nurani Neza.
Neza pun berpikir bagaimana caranya agar mereka bisa melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat dan mengubah hidup mereka.”Saya yakin mereka bukanlah tidak punya mimpi, tapi tidak tahu bagaimana menghadapi ujian hidup hingga bisa mendulang sukses dan bermanfaat bagi orang lain,” kata Neza kepada MySharing.
Langkah pertama yang dilakukan Neza adalah mendekati seorang anak pencuci kendaraan di sebuah steam. Setiap motornya di cuci, Neza selalu memberi tip besar pada anak itu. Minggu pertama, dia bungkam. Minggu kedua, baru anak itu membuka diri mau diajak ngobrol Neza. Sebulan kemudian, Neza pun diajak ke tempat tongrongannya bertemu dengan teman-temannya.
“Saat saya nongkrong bersama mereka, ternyata jiwa sosialnya sangat tinggi berbeda dengan teman-teman saya di kampus. Saya makin yakin mereka punya mimpi besar. Maka, harus ada orang yang memutus mata rantai kemiskinan mereka, menampung dan memberi pembinaan,” ungkap Neza.
Sukses menyakinkan mereka, berkekal keterampilan, pengetahuan dan modal sebesar Rp 37 juta dari kampus.Mahasiswa Politeknis Mesin Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini bersama dua temannya membuat mesin kertas daur ulang. Tujuannya selain untuk mengatasi sosial juga menjaga lingkungan, yakni dengan merangkul anak jalanan berkreasi daur ulang kertas.
Belum juga meraih sukses bersama anak jalanan, modal itu ludes. Sedihnya lagi kedua rekannya mundur lantaran tak sanggup membiayai anak jalanan yang ditampung di rumah petakan ketika itu.
”Bayangkan, ada 15 anak jalanan, diberi jajan Rp 10 ribu per-anak, berarti setiap hari Rp 150 ribu. Belum lagi uang untuk makan, dan kebutuhan lainnya. Sementara kertas daur ulang nggak laku dijual. Modal ludes, uang pribadi terkuras,” papar Neza.
Ditengah keterpurukan itu, Dian Hardiyanti, teman SMA Neza turut membantunya. Ayahnya, Astarizal Munaf, seorang pensiunan perusahaan asuransi jiwa, begitu gigih memberikan dukungan pada kegiatan Neza. Bahkan siaga menjaga dan membina anak asuh Neza. Begitu juga dengan sang ibu, Erma Dewita rajin memasak untuk mereka. Sementara, Neza berkeliling mengajukan proposal ke berbagai perusahaan di kawasan Sudirman-Thamrin. Dan demi memenuhi kebutuhan Nara Kreatif, ia pun berjualan kelapa dan menawarkan jasa pemasangan plat nomor menyala.
BNI Syariah Wujud Janji Allah SWT

Awalnya, Neza tidak mempunyai niat untuk menjadikan usahanya berbadan hukum. Namun, karena berbagai masukan, ia memutuskan untuk membuat yayasan. Lewat yayasan, anak-anak binaan akan lebih mudah mendapatkan proyek dan bantuan yang lebih layak daripada hanya sebuah perkumpulan semata. Organisasinya diberi nama Yayasan Nara Kreatif.
Desember 2012, sebuah bank BUMN menawarkan kerja sama. Sayangnya, tawaran kandas lantaran kebijakan Menteri BUMN yang saat itu meminta semua dana CSR dibekukan. Tapi Allah SWT memudahkan jalan Neza mempertemukan dengan BNI Syariah. “Itu memang jalan dari Allah SWT. Nggak tahu gimana caranya kemudian kami diundang BNI Syariah pada Maret 2013 untuk presentasi di kantornya,” ungkap Neza.
Seminggu kemudian, BNI Syariah meminta dia untuk mencari tempat yang lebih kondusif bagi anak-anak. Tak lama kemudian, markas Nara Kreatif pun pindah dari rumah petakan sempit ke sebuah rumah cukup luas dengan dua kamar tidur yang menjadi asrama putra, dua kamar mandi, dapur, dan halaman belakang yang menjadi tempat daur ulang kertas.
“Kami memperoleh dana CSR BNI Syariah sebesar Rp 100 juta yang digunakan untuk sewa rumah dan investasi peralatan daur ulang kertas. Pak Dinno (Dirut BNI Syariah), sempat nggak yakin, apakah saya sebagai anak muda bisa mengelola dana CSR itu. Alhamdulillah saya bisa membuktikan amanah BNI Syariah,” paparnya.
BNI Syariah juga menyertakan Neza Kreatif dalam beberapa pameran. Bank ini juga bersedia menyuplai kertas-kertas tak terpakai sebagai bahan baku kerajinan anak-anak binaan. Bank ini juga membeli beberapa produk hasil karya anak-anak untuk melengkapi kebutuhan kantornya.
[bctt tweet=”Saya setiap bulan kasih nenek Rp 300 ribu untuk nambahi bayar kontrakan dan kasih uang jajan adik “]
Produk pertama yang BNI Syariah beli dari Nara Kreatif adalah kantong bibit dan pin untuk kegiatan Hari Bumi. Padahal selama setahun produksi kertas daur ulang tidak ada yang beli. “Baru ada yang beli ya BNI Syariah itu di bulan April 2013. Nara Kreatif pun mulai bisa memijakkan kaki ,” ujar Neza.

Kini Nara Kreatif menampung 19 anak binaan. Di asrama putra dihuni oleh 12 anak. Sedangkan asrama putri yang berjarak sekitar 500 meter dari asrama putra dihuni oleh 7 anak. Kegiatan mereka tak cuma mendaur ulang kertas menjadi tempat pensil, tas, bingkai foto, wallpaper, agenda, kalender, dan jenis lainnya. Nara Kreatif juga memberikan pendidikan kejar paket SD, SMP, dan SMA gratis bagi masyarakat sekitarnya.
Tercatat ada 150 anak yang terdaftar, tetapi setiap hari rata-rata 80 anak yang datang ke rumah Nara Kreatif. Anak-anak yang mengais ilmu kejar paket itu tidak hanya anak jalanan, tapi juga anak yatim piatu, anak dari keluarga yang cerai, dan anak autis.
Rutinitas anak binaan, selainnya adalah belajar ilmu agama, shalat dan mengaji. Neza juga memberikan tabungan perubahankepada 19 anak binaannya. Tabungan ini ada nilai ibadah, pendidikan, keperibadian, kreativitas, dan wawasan. Mereka dapat tabungan bukan dari hasil kerja buat produk, tapi lebih pada prilaku mereka yang berubah. “ATM dikasih ke mereka, buku tabungan kami yang pegang. Mereka bisa gunakan uangnya untuk membantu keluarganya,” ujar Neza.
Asep contohnya, setiap bulan ia membantu keuangan keluarganya.”Saya setiap bulan kasih nenek Rp 300 ribu untuk nambahi bayar kontrakan, dan kasih uang jajan adik,” kata Asep.
Ya perlahan pasti, Nara Kreatif yang dinahkodai Nezatullah Ramadhan si Duta Hasanah BNI Syariah banyak mendulang pesanan dari berbagai perusahaan, seperti Indofood, Nutrifood, Astra, dan lainnya. “Alhamdulilah rejeki selalu ada bisa memenuhi kebutuhan biaya Nara Kreatif yang mencapai Rp 60 juta per bulan. Bahkan ada juga yang membantu memberi beras bagi anak binaan kami,” ungkapnya.
Nara Kreatif juga tak hanya pameran di ajang nasional, tapi juga international, seperti pada Kongres Asia Afrika di Bandung, pada 2015 lalu. Bahkan, tahun 2016 ini Nara Kreatif akan pameran di luar negeri.”Awal kemudahan kami, berkat sentuhan BNI Syariah wujud janji Allah kepada kami,” tegas Neza.

