(Ki-Ka): Komisaris BSB Eddy Cahyono, Komisaris Independen BSB Hajriyanto Thohari, Komisaris Utama BSB Tri Joko Prihanto, Direktur Utama BSB Riyanto, Direktur Bisnis BSB Aris Wahyudi, Direktur Operasi dan Pelayanan BSB Ruddy Susatyo, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BSB Adil Syahputra dalam RUPS BSB, Rabu (23/3).

Laba Bank Syariah Bukopin Naik 226,86 Persen

[sc name="adsensepostbottom"]

Meski bisnis industri perbankan syariah tertekan tahun lalu, BSB mampu mencetak peningkatan laba yang signifikan.

Direktur Utama Bank Syariah Bukopin (BSB) Riyanto mengatakan, meskipun secara industri kinerja perbankan syariah mengalami tekanan sekaligus perlambatan, namun BSB tetap mampu meraih kinerja keuangan yang positif dan pertumbuhan yang baik pada 2015. Hingga Desember 2015 BSB mencetak laba bersih sebesar Rp 27,78 miliar, atau tumbuh 226,86 persen.

[bctt tweet=”Meski krisis, net profit Bank Syariah Bukopin tumbuh 200%”]

“Melalui sejumlah kebijakan strategis yang tepat disertai dengan berbagai langkah konkret di lapangan. Kami terbukti mampu membukukan pertumbuhan kinerja keuangan dan usaha yang lebih tinggi di atas pertumbuhan rata-rata pada industri perbankan syariah nasional,” kata Riyanto dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BSB, Rabu (23/3).

Peningkatan laba tersebut disebabkan oleh naiknya pembiayaan yang diberikan menjadi Rp 4,31 triliun, atau naik 16,07 persen dibanding tahun lalu. Disamping pertumbuhan pembiayaan, laju kenaikan laba bersih juga didorong oleh pertumbuhan pendapatan operasi utama dan pendapatan operasi lainnya seperti fee based income, mulai dari Payment Point Online Banking, Cash Management, Safe Deposit Box dan layanan konter bank garansi.

Riyanto menambahkan pada tahun lalu pihaknya berhasil menghimpun pendapatan berbasis upah antara Rp 13 miliar-Rp 14 miliar. Menurutnya, hal tersebut tak terlepas dari upaya pihaknya untuk menggenjot produk bisnis dan menggali sumber pendapatan untuk meningkatkan pendapatan selama 2015. “Banyak produk fee based yang kami kembangkan, salah satunya yang menonjol adalah bank garansi,” katanya.

RUPS pun menetapkan penggunaan laba BSB untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2015 akan digunakan untuk menunjang kegiatan operasi dan pengembangan usaha BSB. Sebagai implementasi fungsi intermediasi dalam mendukung perekonomian nasional, BSB juga terus memacu pembiayaan ke sektor produktif.

[bctt tweet=”Pendapatan Fee Based Bank Syariah Bukopin Rp13-14 M, 2015″]

Menutup 2015, BSB menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp 4,76 triliun, atau meningkat sebesar 19,06 persen dari 2014, yang didorong oleh dana murah (giro dan tabungan) dan deposito. Sedangkan, aset tumbuh sebesar 12,92 persen menjadi Rp 5,83 triliun. Dalam melayani nasabah, BSB didukung oleh jaringan kantor sebanyak 23 outlet dan 74 kantor layanan syariah.