Dengan dual banking leverage model, UUS CIMB Niaga menargetkan kontribusi layanan syariah semakin signifikan tahun ini.

Deputy Head of Syariah Banking CIMB Niaga Rusdi Dahardin mengatakan, saat ini kontribusi layanan syariah terhadap DPK dan pembiayaan sebesar 50 persen. “Kami menargetkan kontribusi layanan syariah akan lebih tinggi lagi karena jumlahnya kan lebih banyak dari kantor cabang syariah,” katanya kepada MySharing, beberapa waktu lalu.
Saat ini UUS CIMB Niaga memiliki 29 kantor cabang syariah dan satu kantor cabang pembantu syariah. Sementara, kantor cabang induk yang menyediakan layanan syariah sebanyak 616 unit. “Karena layanan syariah lebih banyak rencananya kontribusinya meningkat antara 60-70 persen dari total portofolio,” ujar Rusdi.
Sebagian besar penyaluran pembiayaan berada di sektor properti. Pembiayaan kepemilikan rumah mendominasi sebesar 30 persen dari total pembiayaan. Sisanya di korporasi, komersial dan otomotif. Sementara, DPK mayoritas di deposito sebesar 52 persen, dan dana murah (giro dan tabungan) sebesar 48 persen.
Di tahun ini UUS CIMB Niaga menargetkan DPK naik menjadi Rp 9,9 triliun, pembiayaan sebesar Rp 9,4 triliun dan aset Rp 12,3 triliun. Menutup 2015, UUS CIMB Niaga mencatat aset sebesar Rp 9,1 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 8,5 triliun. Sementara, pembiayaan naik 13 persen menjadi Rp 7,28 triliun dari pencapaian pada 2014 yang sebesar Rp 6,44 triliun. DPK tumbuh 12 persen, dari Rp 6,77 triliun menjadi Rp 7,58 triliun.
[bctt tweet=”Tahun ini, CIMB Niaga Syariah menargetkan DPK naik ke Rp 9,9 T”]

