Dikelilingi oleh sejumlah industri dan pabrik, Cilegon menawarkan pengembangan bisnis yang potensial.

“Dalam dua tahun ke depan asetnya ditargetkan mencapai Rp 500 miliar, karena Cilegon adalah daerah penyangga DKI Jakarta dan di sini ada banyak industri seperti Krakatau Steel, Candra Asih dan Semen Merah Putih. Dengan adanya industri tersebut aset Rp 500 miliar sangat mungkin tercapai,” katanya saat ditemui disela-sela peresmian relokasi Kantor Cabang BNI Syariah Cilegon, Selasa (5/4).
Ia menambahkan kendati pencapaian kontribusi terbesar pada penyaluran pembiayaan BNI Syariah adalah di sektor konsumer, dengan pembiayaan perumahan Griya iB Hasanah menjadi produk unggulan BNI Syariah, arah pembiayaan kantor cabang di Cilegon akan agak berbeda. “Karena banyak industri di Cilegon, maka akhirnya arahnya akan lebih ke komersial,” ungkap Kukuh.
Per Februari 2016 dari total pembiayaan sebanyak Rp 228,62 miliar, BNI Syariah Cilegon menyalurkan pembiayaan konsumer sebesar Rp 134 miliar dan pembiayaan produktif sebesar Rp 94 miliar. Secara total pembiayaan BNI Syariah per Februari 2016 mencapai Rp 17,64 triliun, yang sebagian besarnya (55 persen) merupakan pembiayaan konsumer.
Di tahun ini BNI Syariah membidik pertumbuhan kinerja antara 20-25 persen. Hingga Februari 2016 aset BNI Syariah telah tumbuh 19 persen dibanding periode sama tahun lalu, dari Rp 20,36 triliun menjadi Rp 24,23 triliun. Sedangkan, dana pihak ketiga tercatat tumbuh 20,06 persen, dari Rp 16,92 triliun pada Februari 2015 menjadi Rp 20,42 triliun pada Februari 2016.

