Bukalapak dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk go public.

Bukapalak meluncurkan kampanye “Pahlawan Pelapak,” dengan mengandeng Bekraf, di Plaza City View, Kemang, Jakarta, Selasa (12/4).
CEO dan Founder Bukalapak Achmad Zaky mengatakan, program Pahlawan Pelapak untuk mendorong para pelaku usaha mikro di bidang ekonomi kreatif memperluas pasar kreasinya dengan signifikan melalui platform online Bukalapak.
Zaky menyakini bahwa ekonomi kreatif termasuk didalamnya para pelakak di Bukalapak adalah penggerak dalam industri perdagangan di tanah air. Dengan usaha pemerintah memberikan dukungan bagi para pelaku ekonomi kreatif , Bukalapak ingin membantu pemasaran melalui pemanfaatan platform online. “Melalui kerja sama kami dengan Bekraf , kami berkomitmen untuk mengajak dan membantu 100.000 pelaku ekonomi kreatif untuk go public,” kata seperti dalam rilisnya yang diterima Mysharing, Kamis (14/4).
Menurutnya, para pelaku usaha layak disebut pahlawan ekonomi, karena mereka adalah jantung penggerak perekonomian. Mereka, tegas dia, adalah role model nyata yang ulet punya mimpi dan kreatif. Selain berkonstribusi dalam perekonomian dalam negeri, mereka juga menginspirasi orang lain.
Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, melalui kerja sama ini Bukalapak dan Bekraf berkomitmen untuk melakukan pendampingan pemasaran online, fasilitasi hak cipta, dukungan financial, pengembangan talent, serta pembinaan produk kreatif.
“Dari 16 subsektor industri kreatif yang menjadi tugas pokok kami, tujuh di antaranya seperti fashion, kuliner, kerajinan, musik, desain komunikasi visual, aplikasi, dan pengembangan, hingga seni rupa dapat kita dorong melalui kerja sama dengan Bukalapak,” papar Triawan.
Dia menambahkan, bahwa platform e-dagang secara luas adalah keniscayaan untuk meningkatkan pasar ekonomi kreatif Indonesia, baik untuk pasar nasional maupun international. Menurut Triawan, program Pahlawan Ekonomi Kreatif sangat relevan dengan sasaran Bekraf untuk meningkatkan konstribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan perekonomian nasional, baik dari segi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) maupun ekpors.

