Properti di Jakarta Lebih Murah

[sc name="adsensepostbottom"]

Properti dengan harga premium di pusat kota  Jakarta masih lebih murah ketimbang di negara lain.

investasi pusat propertiTrent Muffett  Technical Advisor PT. Savills Consultants Indonesia mengatakan, dalam lima tahun terakhir ini, bisnis properti di Indonesia sempat naik pada 2011, tapi sekarang melambat seiring perlambatan ekonomi dunia yang berdampak pada semua negara.

Namun, lanjut dia, di sektor menengah ke bawah bisnis ini masih terbilang bagus. . Sedangkan properti mewah menurun, setelah adanya aturan pajak tambahan  untuk properti mewah di atas Rp 10 miliar. “Pembeli pun bertransisi menjadi pembeli properti yang lebih murah harganya untuk menghindari pajak,” kata Trent dalam talkshow HSBC Wealth and Beyond, Personal Economy Forum 2016, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (12/4).

Trent memperkirakan, demand untuk property di perkotaan masih kuat tapi angka penyerapannya rendah. Sedangkan pengembang kemungkinan tidak akan menurunkan harga, hanya memberikan insentif.

 Dari sisi harga properti, Trent menilai dari tahun ke tahun trennya terus naik. Terkait pembangunan infrastruktur, pengembang  yang pintar akan mempertimbangkan hal ini. Sebagai contoh, kata Trent, pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) di Jakarta. Proyek-proyek properti dengan harga premium akan mendekati area MRT dan demand juga diperkirakan akan meningkat untuk properti yang dekat dengan MRT.

Namun demikian, dia menegaskan, bahwa properti di Jakarta masih lebih murah, khususnya yang di tengah kota. ”Properti di Ibu Kota Jakarta masih lebih murah ketimbang Hanoi, Bangkok, Sydney, Shanghai, Beijing, Singapura, dan Hong Kong,” ungkapnya.

Menurutnya, investasi properti bisa menjadi aset masa depan untuk segera dibidik. Apalagi, properti di Jakarta lebih murah dibandingkan dengan negara-negara lain.