(Ki-ka): Sekretaris Wantim MUI, Natsir Zubaidi, Wakil Wantim MUI Didin Hafiduddin, Ketua Wantim MUI Din Syamsudin, dan Sekretaris Wantim MUI Noor Ahmad, dalam rapat pleno IV bertajuk "Meluruskan Kiblat Bangsa," di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (20/1).

Wantim MUI Ajak Ormas Islam Selamatkan Budaya Bangsa

[sc name="adsensepostbottom"]

Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia( Wantim MUI) berharap ormas Islam dapat memberi andil menyelamatkan kerusakan budaya bangsa.

watimuiWantim MUI kembali menggelar rapat pleno ke 7 bertajuk “Langkah Strategi dan Taktis Tanggulangi Kerusakan Bangsa”.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menegaskan, umat Islam harus memiliki langkah strategis dan sebisa mungkin taktis, terkait penanggulangan kerusakan budaya bangsa.

Hal itu menurutnya dikarenakan langkah-langkah tersebut, nantinya bisa jadi  aspek yang dapat menyelamatkan kerusakan budaya bangsa Indonesia.

“Kita harus mencari solusi strategis yang bisa dilakukan, baik bagi ormas-ormas Islam maupun umat secara individu untuk bangsa ini,” kata Din di kantor MUI Pusat di Jakarta, Rabu (20/4).

Langkah yang strategis dan taktis, lanjut Din,  setidaknya harus bisa disampaikan kepada pemerintah, yang berperan sebagai pemegang amanah pelaksana bangsa. Din berharap seluruh ormas Islam yang ada dapat memberi andil yang signifikan, demi menyelamatkan kerusakan budaya bangsa Indonesia.

Menurutnya, kerusakan budaya bangsa yang terjadi saat ini, sudah mengkhawatirkan karena bersifat akumulatif dan terus terjadi. “Untuk itu, Wantim MUI menekankan pentingnya kerangka strategis kebudayaan terutama dasar Islam, yang sudah hilang dalam pembangunan di Indonesia saat ini,” ungkap Din.

[bctt tweet=”MUI: Ormas Islam harus menyelamatkan kerusakan budaya Indonesia” username=”my_sharing”]

Dalam rapat pleno kali ini, Wantim MUI merumuskan setidaknya empat rumusan strategi, dalam rangka penguatan peran sosial budaya umat Islam. Strategi itu di antaranya penguatan institusi keluarga, pengembangan generasi muda, perlindungan dari sekularisme, pluralisme dan liberalisme serta revitalisasi budaya Indonesia.