Tayangan acara televisi paling liberal itu di Indonesia. Maka untuk membendung liarnya budaya barat, televisi diminta tampilkan program edukatif.

“Kami minta media massa seperti televisi untuk menampilkan acara yang bersifat mendidik. Kontennya harus edukatif yang baik bagi masyarakat,” kata Din dalam rapat pleno bertajuk “Langkah Strategis dan Taktis Tanggulangi Kerusakan Budaya Bangsa,” di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (20.4).
Menurut Din, melalui media massa, budaya luar dapat bebas menyebar ke Indonesia. Apalagi acara-acara televisi yang paling liberal dan pers yang paling liberal itu hanya di Indonesia. Maka, untuk menghadapi kerusakaan budaya di Indonesia, media massa harus berperan aktif menampilkan program-program edukatif yang mendidik. .
Karena menurut Din, pertahanan diri juga diperlukan masyarakat Indonesia, khususnya remaja dalam melindungi dari gempuran liberalisme budaya luar. Selain itu, peran orang tua, juga sangat penting untuk membina atau menjaga tumbuh kembang anak agar tidak terpengaruh dari budaya luar.
“Pendidikan yang baik itu akan melahirkan generasi penerus berakhlak baik. Kalau tidak ada perubahan sistem kurikulum pendidikan, sikap tegas dari pemerintah terkait program media massa harus edukatif, maka keadaan ini nggak akan berubah. Pentingnya ibu sebagai sekolahan pertama juga merupakan peran terbaik bagi pendidikan di keluarga,” tegas Din.
Din berharap pemerintah juga berperan aktif dalam memendung budaya luar agar tidak leluasa masuk ke Indonesia. Sistem kurikulum juga harus lebih dibenahi dengan pendalaman akar budaya bangsa secara aktif di sekolah maupun dalam pegelaran seni kreatif para siswa.

