Profesor Tutty Alawiyah, pembela kaum perempuan itu telah pergi untuk selamanya. Semoga almarhum husnul khotimah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Innalillahi wa innna ilaaihi rajiun. Kabar duka kembali menerpa umat Islam. Tokoh Muslim nasional, Prof. Tutty Alawiyah mengembuskan nafas terakhirnya pada pukul 07.15 WIB di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan, Jakarta, Rabu (4/5). Perempuan 74 tahun ini sudah tiga minggu mendapat perawatan intensif di rumah sakit tersebut.
Semasa hidupnya, Tutty Alawiyah adalah pendakwah perempuan kondang. Kiprah dakwahnya dimulai semenjak usia sangat muda, yakni masa remaja.
Sosok yang menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pemberdayaan Perempuan ini, berdakwah ke berbagai begara sembari tak lupa mengurus pesatren dan perguruan tinggi yang didirikan orang tuanya yakni ” Universitas Islam As-Syafi’iyah,” di Jatiwaringin, Pondok Gede, Jawa Barat.
Masa pengajian Tutty Alawiyah sangat banyak dan tersebar luas di seantero ibu kota. Dalam berbagai kesempatan, jamaah pengajiannya mampu memenuhi ruangan. Seperti halnya ketika Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) ini berdakwah di stadiun Senayan, jamaah luber hingga ke luar.
Perempuan lulusan IAIN Syarif Hidayatullah (sekarang UIN), Ciputat, Tangerang ini, pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan serta Perlindungan Anak periode 1998 hingga 1999, tepatnya pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan. Pada 1992 hingga 2004, Tutty menjabat anggota Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR) utusan Golongan.
Sebagai pendiri pesantren As-Syafi’iyah, satu yang terus diingat MySharing yang disampaikan Tutty Alawiyah, yaitu tentang pengembangan keuangan syariah. Menurut beliau, pesantren memiliki peran strategis pengembangan keilmuan dan sosialisasi ekonomi syariah ke masyarakat. Peran pesantren yaitu mewujudkan praktik riil teori ekonomi syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Bahkan, Tutty menyakini bahwa pengembangan ekonomi syariah akan lebih membumi baik di kalangan santri maupun masyarakat sekitar pesantren. ”Kalau potensi yang dimiliki bangsa ini sudah diberdayakan dengan baik, maka mimpi Indonesia menjadi kiblat keuangan syariah global akan segera terwujud,” tegas Tutty, pada Juni 2015 lalu.
[bctt tweet=”Tutty meyakini, pengembangan ekonomi syariah akan lebih membumi ” username=”my_sharing”]
Satu lagi pepatah tokoh Muslim nasional yang menyentuh MySharing. ”Perempuan itu tiang negara, kalau dia baik, negara baik,” tegas Tutty.
Kini, sosok pembela kaum perempuan itu telah pergi untuk selamanya menghadapi sang Khalik. Selamat jalan Ibu Tutty Alawiyah. Semoga almarhumah husnul khotimah dan mendapat terbaik di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan senantiasa sabar dan iklas.
Diperistirahatan terakhir di Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, taburan doa akan selalu menggema disetiap saatnya, menyirami sosok tauladan bangsa pembela perempuan dalam keabadian di sisi Allah SWT.

