Maraknya kejahatan seksual, Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri perpesan agar para cucunya lebih waspada dan bisa berlatih bela diri.
Dalam pidato di acara diskusi bertajuk “Indonesia Melawan Kekerasan Seksual” di Metropol Megaria,Jakarta, Kamis (12/5) Megawati menginginkan agar wanita Indonesia menjadi kuat, sehingga bisa terhindar dari tindakan kejahatan yang tidak bertanggungjawab.
“Saya suka gemas jika lihat wanita yang lembek. Bukan berarti tidak dandan atau kelaki-kelakian, bukan seperti itu. Tapi yang bisa membela dirinya,” tukas Megawati.
Megawatin pun menyarankan agar kaum perempuan lebih bisa berlatih bela diri sehingga dapat melindungi diri dari tindak kekerasan apa pun. “Minimal punya semprotan merica (pepper spray–Red) seperti yang dimiliki polisi untuk jaga diri,” ungkap Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP).
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Megawati menegaskan, bahwa sikap wanita yang bisa menjaga diri dapat meminimalisasi tindakan kekerasan seksual. Megawati juga meminta kepada para cucunya agar lebih waspada dan jangan bepergian seorang diri, sehingga ada pegawasan yang bisa dilakukan dengan mudah.
Selain itu, ia juga menyarankan kepada orang tua, khususnya kaum ibu, agar bisa membekali anaknya dengan pemahaman bahaya kekerasan seksual.
“Kita harus lebih peduli dan ajari anak-anak untuk waspada, beri pemahaman bahaya kekerasan seksual agar peristiwa Yuyun tidak terulang lagi. Apa susahnya menyampaikan seperti itu? Menjaga keamanan dan membela harga diri adalah hak kita,” tegas Megawati.
[bctt tweet=”Megawati: Saya suka gemas jika lihat wanita yang lembek” username=”my_sharing”]
Acara diskusi ini juga dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan beberapa anggota DPR RI serta staf ahli Kapolri bidang Sosial Budaya, Benny Mokalu.

