Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,3 persen ada empat poin yang harus dilakukan.Apa saja?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3 persen hingga akhir 2016.
“Untuk mencapai target pertumbuan ekonomi 5,3 persen itu terdapat empat poin penting yang harus dilakukan,” kata Sofyan dalam sidang tahunan ke 4 Islamic Development Bank (IDB) di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (17/5).
Pertama, kata Sofyan, adalah ketahanan pangan yang harus disesuaikan dengan standar. Misalnya, yang paling penting dengan memproduksi pangan secara domestik.
- Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029
- Milad ke-34, Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi: Renovasi Masjid-Musala di Wilayah Bencana Sumatera
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Kedua, masalah pendidikan dan kesehatan.”Kesehatan di Indonesia 90 persen sudah dilindungi oleh asuransi dari pemerintah.Diharapkan 2-3 tahun kedepan semua masyarakat Indonesia sudah memiliki asuransi kesehatan,” tegas Sofyan.
Terkait masalah pendidikan, Sofyan menegaskan, bahwa 20 persen dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dialokasikan untuk tujuan pendidikan. “Ini dilakukan untuk program Indonesia Cerdas dan untuk operasi sekolah anak-anak tidak mampu mendapat subsidi dan biaya langsung ke rekening mereka,” paparnya.
Poin ketiga adalah masalah air bersih dan sanitasi. Tahun ini, kata Sofyan, pemerintah fokus dalam masalah air dan sanitasi, sehingga pada 2019 ditargetkan ketersediaan air yang berkesinambungan, misalnya menggunakan energi yang bisa diperbarui.
Adapun poin keempat yaitu masalah pengentasan kemiskinan. Sofyan menjelaskan masalah pengentasan di wilayah marginal dan kesetaraan gender untuk perempuan di mana dua masalah tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan khusus.
“Pendekatan yang kita lakukan adalah holistik dan tematik.Seperti hal, tahun ini ada 70 desa kita beri dana masing-masing Rp 20 juta dan mudah-mudahan bisa menurunkan kemiskinan,” pungkas Sofyan.

