Tak hanya menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga, IDB juga tertarik mengembangkan aset wakaf di India.

Rektor Maulana Azad National Urdu University (MANUU) Zafar Sareshwala mengatakan, IDB dan anak usahanya Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) telah bertemu dengan petinggi di Reserve Bank of India, EXIM Bank dan bank BUMN lainnya. “IDB tampaknya ingin membuka cabangnya di Gujarat, tepatnya di Ahmedabad,” katanya, dilansir dari Times of India, Kamis (26/5).
Ia menambahkan, IDB juga tertarik atas pemeliharaan properti wakaf di Gujarat. “Ada sejumlah properti wakaf di Gujarat yang tak terurus dengan baik karena kurangnya dana. IDB ingin membiayai pemeliharaan properti tersebut agar bisa bertahan dan lebih berkembang,” ujar Zafar.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Pada April 2016, EXIM Bank India telah menandatangani nota kesepahaman dengan IDB ketika Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Uni Emirat Arab. Kerja sama tersebut merupakan fasilitas pembiayaan ekspor senilai 100 juta dolar AS ke negara-negara anggota IDB.
[bctt tweet=”IDB tertarik atas pemeliharaan properti wakaf di Gujarat” username=”my_sharing”]
Selain itu, IDB juga menandatangani perjanjian senilai 55 juta dolar AS dengan Rashtriya Institute of Skill and Education (RISE) untuk menyediakan peralatan kesehatan bagi masyarakat miskin di pedesaan India. IDB akan menyediakan 350 mobil klinik, yang 30 unit diantaranya akan diserahkan ke daerah Chhota Udepur, Narmada dan Bharuch di Gujarat pada tahap pertama.

