Pada acara sidang penutupan International Conference of Islamic Media (ICIM) 2016 di Aula Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta, hari ini (26/5/2016), para peserta konferensi bersepakat membentuk “International Muslim Media Alliance” (IMMA), atau Aliansi Media Muslim Internasional.

“IMMA nantinya akan menjadi payung persatuan umat Islam, khususnya dalam hal pemberitaan terkait kondisi Islam. Umat Islam memang harus membentuk sebuah lembaga untuk menyatukan media. Nantinya, lembaga ini akan dijadikan sebagai salah satu wadah untuk menyatukan persepsi umat Islam. Termasuk dalam hal pemberitaan. Dengan adanya lembaga ini, nantinya akan ada persamaan bahasa, persamaan istilah-istilah bagi media-media Islam di seluruh dunia,” demikian papar Daud Abdullah di momen acara ini.
Menurut Daud, IMMA mempunyai misi penting, guna memperkuat persatuan media islam internasional sesuai dengan nilai pokok Islam, pro aktif membela kepentingan Islam, muslimin, dan juga kemanusiaan.
IMMA juga akan memposisikan secara khusus perjuangan kaum Muslim Palestina dan Al-Aqsha sebagai prioritas utama pemberitaan. IMMA juga akan terus bergerak, guna mengembangkan kesadaran masyarakat internasional untuk memberikan dukungan konkrit terhadap bangsa Palestina dan Al-Quds Assharief, dan membangun jaringan kerjasama antar-media muslim.
Ditambahkan Daud, organisasi IMMA ini terbentuk dilatarbelakangi oleh adanya pemberitaan tentang Palestina dan dunia Islam yang selama ini tidak berimbang. Pun demikian dengan pemberitaan dunia Islam yang lebih banyak dipojokkan dengan berita-berita gerakan umat Islam yang terkait dengan aksi terorisme.
Karena itulah, pembentukkan IMMA dalam konferensi ICIM ini dapat menjadi momen strategis guna semakin meningkatkan dukungan negara-negara internasional terhadap kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Quds Ashsharief, serta dunia Islam pada umumnya.
[bctt tweet=”IMMA sangat strategis untuk kepentingan umat Islam dunia” username=”my_sharing”]

