Kalau media tidak bisa menyelesaikan krisis global, minimal bisa memperkecil.

Ulama Nigeria Ahmed Abdul Malik mengatakan, ada banyak krisis global yang terjadi saat ini, seperti kemiskinan, terorisme dan perang. Menurutnya, perang yang tidak kunjung berakhir di beberapa negara Timur Tengah karena adanya pihak yang memanfaatkan situasi.
“Krisis tidak pernah berakhir hingga saat ini. Media harus mengambil peran dalam menyelesaikan krisis global. Kalau tidak bisa menyelesaikan minimal bisa memperkecil,” kata Ahmed dalam konferensi International Conference of Islamic Media (ICIM) di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (25/5).
Ahmed menegaskan, akibat dari perang tidak berkesudahan itu, dunia secara keseluruhan menerima dampaknya. Seperti persoalan pengungsi yang sulit mendapatkan tempat di beberapa negara. “Seharusnya mereka itu dapat diterima di negara manapun. Namun, nyatanya tidak terbuka menerima mereka,” ujar Ahmed.
- Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029
- Milad ke-34, Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi: Renovasi Masjid-Musala di Wilayah Bencana Sumatera
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Menurutnya, merupakan tugas media agar pengungsi dapat diterima di negara manapun di dunia ini. Media harus mampu menumbuhkan kepedulian agar negara tujuan pengungsi dapat menerimanya.
Media juga dituntut untuk menjelaskan kejadian yang menimpa mereka sesuai fakta. Karena sebagai pihak yang mengerti tentang suatu kejadian, maka media harus memberikan pemahaman kepada banyak orang. Ahmed pun memberikan contoh yaitu isu terorisme yang terus berkembang yang selalu dikaitkan dengan Islam. “Media harus bersatu dalam menyikapi isu terorisme. Bukan saja sesama media Islam, tapi semua agar dunia aman,” tegasnya.

