Al Safa akan menjadi bank syariah ketiga di Palestina.

“Dengan mengambil langkah pendirian bank syariah ini merefleksikan kepercayaan diri atas perekonomian dan sektor perbankan Palestina, serta prospek investasi yang menjanjikan,” kata Sekretaris Komite Pendiri Al Safa Bank Abdel-Rahim Al-Hassan, dilansir dari Reuters, Kamis (2/6).
Kantor cabang Al Safa di Ramallah rencananya akan mulai dibuka pada kuartal III 2016. Hassan menambahkan, co-founder Al Safa Bank pun telah membeli 37 juta lembar saham senilai 37 juta dolar AS. “Sisa saham lainnya sebanyak 38 juta lembar akan dijual ke publik,” ungkapnya.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Al Safa Bank akan menjadi bank syariah ketiga yang beroperasi di West Bank (Tepi Barat). Bank tersebut pun menawarkan beragam produk dan layanan. “Al Safa Bank akan menyediakan layanan seperti pembiayaan proyek, perdagangan valuta asing dan investasi real estate,” papar Hassan.
Selain di Palestina, industri perbankan syariah global juga akan kehadiran bank syariah baru di Rusia. Bank asal Rusia, Sberbank berencana memperkenalkan unit perbankan syariahnya pada musim gugur tahun ini di Tatarstan. Wilayah Tatarstan dikenal dengan mayoritas penduduknya yang merupakan Muslim.
[bctt tweet=”Selain di Palestina, Rusia juga akan mendirikan bank syariah!” username=”my_sharing”]

