Buku ini pertolongan bagi Muslim urban yang terlalu kesulitan, yang mencipta behala baru hingga hidup menjadi riba.
Untuk memperkaya esensi konser MD Soul Session bertajuk “LOVELIVELEAD” pada Jumat malam (3/6) itu, juga dilaunching buku “Semua Terlalu Sederhana.”
Menurut Ria Mirza, penulis buku tersebut mengatakan, peluncuran buku ini sebagian syiar Islam, yakni belajar tauhid dengan cara paling gampang sedunia. Buku ini ungkapan rasa Mustafa Debu dalam perjalanan kehidupannya yang dikemas dengan sangat simple. “Buku ini diharapkan bisa menjadi aspirasi bagi para Muslim urban untuk mengapai hidup bahagia,” kata Ria kepada MySharing, di Ciputra Artperneur Theater, Jakarta, Senin (3/6).
Terkait dengan tema “LOVELIVELEAD,” Ria menjelaskan, bahwa sangatlah berkaitan erat dengan isi buku Semua Terlalu Sederhana. Life tentang hidup. Kita ini manusia urban, kalau yang di desa-desa dengan kejernihan hatinya bisa menikmati indahnya hidup, meskipun serba kekurangan. Sementara masyarakat urban berapa pun uang yang ada di kantong, pasti kurang. Mustafa dalam buku ini membuat semua terlalu sederhana kalau perspektif paradigmanya tepat.
”Buku ini pertolongan bagi mereka yang terlalu kesulitan. Karena kita hidup di masyarakat modern, kita ciptakan behala baru, hidup kita menjadi riba. Padahal Allah SWT sudah desain katanya gampang. Love itu cinta, mazhab cinta. Kalau kita punya cinta semua jadi beres, perbedaan nggak ada, semua jadi indah,” ungkap Ria.
Yang lebih utama, lanjut Ria, mungkin leadership karena saat ini masyarakat lagi krisis pemimpin yang benar-benar punya jiwa melayani. Ria berharap dengan konser MD Soul Session bertajuk LOVELIVELEAD dan sajian buku “Semua Terlalu Sederhana,” masyarakat urban bisa belajar masalah pelayanan.
[bctt tweet=”Kalau kita punya cinta semua jadi beres, perbedaan nggak ada, semua jadi indah” username=”my_sharing”]
“LOVELIVELEAD adalah kolaborasi cinta yang luar biasa bagian dari sinergi. Saya yakin disetiap tempat dan disudut manapun, ada para pejuang Allah SWT yang bisa menolong umat Muslim,” tukas Ria.

