Diharapkan penanaman bibit mangrove dapat mengembalikan kehidupan warga pesisir di desa Ketapang, Tangerang.

Kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari Diskusi Publik dalam rangka memperingati World Environment Day dengan judul “ Mewujudkan Kawasan Pesisir untuk Kehidupan Yang LebihBaik.”
Diskusi tersebut dilaskanakan pada Jumat pekan lalu (10/6) sehari sebelum penanaman oleh Semesta Hijau berkerjasama dengan LPBI NU, HFI, dan KIARA di gedung PBNU Jakarta Pusat.
Program Ramadhan Menanam ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang pentintang menjaga kelestarian lingkungan kawasan pesisir pantai, mengingat kawasan pesisir merupakan wilayah yang paling rentan terkena abrasi akibat air laut.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya alih fungsi hutan mangrove yang menjadi lahan pemukiman, pelabuhan, lokasi wisata karena direklamasi dan sebagian menjadi tempat peternakan ikan. Apabila dibiarkan terus menerus lambat laun akan mengikis kawasan tersebut.
Perbaikan daerah/hutan mangrove menjadi suatu keharusan agar ekologis hutan magrove bisa kembali pulih, sehingga diharapkan mampu memberikan konstribusi terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya untuk perbaikan ekonomi dalam jangka panjang.
Direktur DMC Dompet Dhuafa Syamsul Ardiansyah mengatakan, terpilihnya lokasi di Desa Ketapang, Kacamatan Mauk, karena daerah pesisir desa ini mengalami dampak abrasi yang cukup parah, baik karena gelombang maupun eksploitasi besar-besaran pasir pantai untuk reklamasi pantai beberapa tahun silam.
”Harapan dengan penanaman 1000 bibit mangrove dapat mengembalikan kehidupan warga pesisir di Desa Ketapang, serta berlanjutnya program pemberdayaan bagi warga pesisir,” kata Syamsul dalam rilisnya yang diterima MySharing, Senin (13/6).
Sekretaris Desa Ketapang Wawan Surayu menyatakan, wilayah pesisir desa Ketapang dari tahun ke tahun mengalami pengikiran akibat abrasi. Hal ini diperparah dengan adanya tambah pasir di sekitar lokasi tersebut.
”Penanaman bibit mangrove ini menjadi berkah bagi masyarakat di Desa Ketapang. Semoga aksi ini dapat menyelamatkan kawasan pantai di Ketapang yang sejak tahun 1990-2004 rusak karena pengerukan pasir. Sekitar 50-60 hektar lahan sekitar pantai hilang,” ungkap Wawan.

