Sepertiga waktu anak dihabiskan di sekolah, diharapkan orangtua dan guru saling membangun komunikasi.

Anies menegaskan, bahwa mengantarkan anak di hari pertama sekolah menjadi hal penting bagi pendidikan. Karena orangtua dan sekolah itu keduanya institusi pendidikan. Kemitraan ini sangatlah kuat karena hari pertama itu awal perjalanan panjang baik SD, SMP, SMA, SMK bagi anak.
“Hari pertama sekolah itu hari bersejarah. Sepertiga waktu anak dihabiskan di sekolah. Bertahun-tahun mereka ada di sekolah. Jangan kita anggap sekolah jauh dengan anak,” papar Anies dalam diskusi bertajuk “Hari Pertama Sekolah,” di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di Jakarta, Senin (11/7).
- Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029
- Milad ke-34, Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi: Renovasi Masjid-Musala di Wilayah Bencana Sumatera
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Menurut Anies, gerakan mengantar anak ke sekolah di hari pertama merupakan cara orangtua dan pihak sekolah untuk saling membangun komunikasi. Dengan begitu, orangtua dapat dengan sepenuhnya mempercayakan si anak kepada lingkungan sekolah. “Jadi bukan melepas di gerbang, tapi kita ingin mereka interaksi dengan guru, kepala sekolah, dan wali kelas,” kata Anies.
Kembali Anies menyampaikan, pihak sekolah ketika bertemu dengan orangtua harus aktif berkomunikasi. Termasuk meminta sejumlah informasi yang dapat menjadi masukan mereka dalam mendapatkan kepercayaan orangtua terhadap mereka selaku pengajar.
Semisalnya, tegas Anies, guru dan orangtua harus berkenalan, jelaskan rencana pembelajaran di sekolah juga meminta kontak untuk memudahkan berbagi informasi tentang perkembangan anak di sekolah.
Anies pun berharap kepada pihak sekolah agar memberikan sedikit ruang bagi para orangtua dengan mengizinkan mereka mengantar anak ke sekolah sebelum nantinya kembali bekerja.
.

