Tak hanya wisata syariah yang akan dipromosikan, tetapi juga produk halal.

“Intinya kami akan berpartisipasi di pariwisata dan produk halal agar masyarakat dunia tahu Indonesia juga sudah maju. Paket wisata halal juga harus disiapkan. Pesantren, situs sejarah Islam, kuliner, fashion Islam kan menarik juga,” katanya saat ditemui usai Silaturahmi Ikatan Ahli Ekonomi Islam, pekan lalu.
Sementara, Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro menuturkan, event WIEF tidak hanya sebatas pada ekonomi Islam saja, tetapi lebih luas cakupannya.”WIEF membahas ekonomi secara umum, termasuk sisi bisnis yang bisa dikembangkan dari keuangan syariah, misalnya busana muslim dan produk halal,” ujarnya.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Ia pun mengharapkan Indonesia menjadi tujuan wisata halal yang cukup populer, utamanya di kalangan wisatawan muslim dari Timur Tengah. “Karena menjadi tujuan wisata, maka harus disiapkan. Kami berharap bisa menciptakan moslem friendly destination,” cetus Bambang.
Salah satu kawasan khusus wisata halal pun sedang disiapkan pemerintah. “Insya Allah kawasan ekonomi khusus Mandalika di Lombok akan digarap menjadi tujuan wisata halal. Ini yang akan mendorong wisatawan mancanegara ke Indonesia,” tukasnya.

