Kita harus bertekad menjadikan potensi keragamaan sebagai kekuatan persatuaan.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MU) Din Syamsuddin mengatakan, terdapat ego kelompok yang menjadi potensi terjadinya perpecahan antar umat beragama.
“Apalagi kalau masing-masing suku, etnis, dan golongan lebih mengedepankan egoisme. Kita harus bertekad menjadikan potensi keberagamaan sebagai kekuatan untuk mewujudkan persatuan dan kebersamaan,” kata Din dalam sambutannya pada acara Halal bi Halal Indonesia Association for Religions and Culture (IARC) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin malam (18/7).
Din menghimbau agar kebersamaan terus dijaga. Baik kebersamaan atas dasar agama, suku, dan etnik. Din menegaskan, kebersamaan harus menjadi pengalaman batin dalam upaya merajut persatuan bangsa, kedamaian, dan ketentraman antar umat beragama.
”Tak boleh ada kelompok yang mau menang sendiri, apalagi ada yang ingin menguasai kelompok lain. Kita harus menjaga kebersamaan sebagai komitmen nilai Pancasila,” pungkas Ketua Dewan Penasehat IARC.
Turut hadir dalam halal bi halal bertajuk “Indahnya Kebersamaan,” ini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Wakil Menteri Luar Negeri AM. Fachri, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

