Konferensi ini diharapkan dapat memberikan pencerahan tentang Islam agama damai dan toleransi yang menjunjung tinggi perbedaan.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar konferensi ulama dunia Islam di Nusa Tenggara Barat (NTB) Mataram, pada 29 Juli- 1 Agustus 2016.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Muhyiddin Junaidi mengatakan, konferensi ulama dunia Islami ini merupakan kerjasama dengan Muslim World League (Rabithah Alam Islami) dan Pemprov NTB.
Muhyiddin menjelaskan, konferensi para ulama dunia ini akan memberikan konstribusi kepada umat Muslim terkait pemahaman agama Islam yang telah tercoreng aksi terorisme.
“Insya Allah akan memberikan pencerahan kepada masyarakat Indonesia, penjelasan signifikan tentang Islam agama damai, Islam agama toleran, Islam menjunjung tinggi perbedaan pendapat,” kata Muhyiddin dalam konferensi pres tentang Penyelenggaraan Konferensi Ulama Dunia Islam, di kantor MUI Pusat, Jakarta, Senin (25/7).
Menurut Muhyiddin memilih tema “Radikalisme dan Terorisme,” yakni karena isu keduanya sedang marak terjadi. Bahkan, tegas dia, banyak warga Muslim Indonesia yang bergabung dengan kelompok ekstrem seperti ISIS. “Umat Muslim Indonesia yang gabung dengan ISIS sekitar 560 orang. Warga Inggris juga banyak yang ikut sekitar 800 orang. India dan Pakistan jumlahnya lebih banyak lagi dari Indonesia,” papar Muhyiddin.
Muhyiddin berharap konferensi para ulama dunia memberikan pencerahan kepada dunia. Selain itu, ingin mengenalkan Indonesia sudah sejak lama mengajarkan Islam yang cinta moderat, Islam yang cinta damai dan kemajuan tidak anti demokrasi.
Lebih lanjut Muhyiddin menjelaskan, konferensi ini akan diikuti 300 peserta berasal dari Amerika Serikat (AS), Timur Tengah, ASEAN, dan ASIA. Dalam konferensi tersebut akan membahas berbagai masalah, berbagi informasi dan pengalaman. “Mudah-mudah bermanfaat bukan hanya untuk kita tapi juga untuk dunia secara umum wabil khusus dunia Islam,” ujarnya.
Konferensi tersebut diagendakan akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo dan ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta dihadiri oleh sejumlah menteri dan perwakilan negara sahabat.
[bctt tweet=”Muslim Indonesia yang gabung dengan ISIS sekitar 560 orang” username=”my_sharing”]

