Dirut BNI Syariah, Imam T. Saptono. Foto: Chanel Muslim

BNI Syariah Pertahankan BOPO 85 Persen

[sc name="adsensepostbottom"]

Salah satu langkah efisiensi adalah bersinergi dengan bank induk.

Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan, rasio beban operasional berbanding pendapatan operasional (BOPO) BNI Syariah kian menurun dibanding tahun lalu. Per Mei 2016, BOPO BNI Syariah tercatat sebesar 85 persen, sedangkan pada 2015 rasionya mencapai 89,6 persen.

“Itu terjadi penurunan karena sebagian besar kantor cabang sudah mencapai break even point dan kami bisa menjaga beban kualitas pembiayaan, meski naik tapi masih bisa dijaga dengan baik. Targetnya BOPO kami pertahankan di kisaran 85 persen,” kata Imam, beberapa waktu lalu.

Untuk menjaga efisiensi, lanjutnya, ada beberapa langkah mitigasi yang paling memungkinkan, salah satunya adalah sinergi dengan bank induk, yakni BNI. “Untuk BNI Syariah mengapa kami cukup efektif, itu karena kami menggunakan platform teknologi informasi yang sama dengan induk,” jelas Imam.

Digital banking BNI Syariah, lanjut Imam, akan mengikuti pertumbuhan digital banking BNI. “Paling ada jeda enam bulan, (layanan digital) yang syariah akan keluar. Misalnya ada BNI internet banking generasi baru, nanti yang BNI Syariah enam bulan berikutnya akan keluar karena tetap harus ada proses perizinan sharia opinion,” ungkapnya.

Selain teknologi informasi, efisiensi juga dilakukan dengan menggunakan kantor cabang induk untuk layanan syariah. “Hampir semua kantor cabang BNI bisa melayani transaksi syariah. Adanya BOPO BNI Syariah semata karena kantor cabang kami relatif baru dan volume masing-masing kantor cabang ada yang belum mencapai break even point. Namun, trennya BOPO dari tahun ke tahun menurun,” pungkas Imam.

[bctt tweet=”Imam Saptono: Target BOPO BNI Syariah di kisaran 85%” username=”my_sharing”]