Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengingatkan agar jabatan jangan dijadikan cita-cita apalagi tujuan hidup di dunia.
Menyoroti perombakan kabinet (reshuffle) jilid II pemerintahan Jokowi, Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie mengatakan, bahwa jabatan bukan tujuan dan akhir dari perjuangan seseorang.
Jimly meminta setiap orang di Indonesia mulai menjalankan tradisi baru untuk tidak larut dalam kesedihan maupun kesenangan atas sebuah jabatan.
Jimly berharap, semua orang Indonesia tidak lagi terlalu tinggi melihat sebuah jabatan melainkan sebagai sarana untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. “Kita tradisikan jabatan untuk mencari kemuliaan Allah SWT,” kata Jimly dalam sambutannya pada Halal bi Halal Akbar 1437 Hijriyah di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu malam (27/7).
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) ini mengingatkan agar kedudukan jangan sampai dijadikan cita-cita apalagi tujuan seorang manusia hidup di dunia, karena ada yang lebih penting lagi yaitu mencari kemuliaan Allah SWT.
“Saya ucapkan selamat kepada mereka yang terkait reshuffle kabinet, baik yang baru dilantik maupun mereka yang diberhentikan masa tugasnya,” ucapnya.
Menurutnya, mereka yang baru dilantik diberi ucapan selamat karena akan mengemban amanah bangsa. Sebaliknya yang diberhentikan diberi selamat karena sudah berhasil mengemban amanah.
” Saya berpesan agar mereka yang baru dilantik untuk tidak perlu berlebihan merayakannya, serta mereka yang diberhentikan supaya tidak terlalu larut dalam kesedihan,” tukasnya.
Terkait pergantian sendiri, menurutnya itu merupakan hak Presiden Joko Widodo, termasuk pertimbangan politik dan teknis. “Saya merasa wajar apabila ada orang yang tidak puas atas pergantian yang dilakukan, tapi mengingatkan kalau itu memang merupakan hak dari seorang presiden,” pungkas Jimly.

