Melalui program KPR iB Muamalat Angsuran Super Ringan, Bank Muamalat menggenjot pembiayaan KPR.

Direktur Retail Banking Bank Muamalat Purnomo B Soetadi menuturkan, meski Bank Muamalat belum menjadi pemain utama KPR, portofolio pembiayaan KPR sampai Juni 2016 telah mencapai Rp 9 triliun. “Dengan program ini kami menargetkan dapat menggenjot pembiayaan KPR sampai bertambah Rp 1 triliun,” cetusnya usai peluncuran KPR iB Muamalat Angsuran Super Ringan, Senin (8/8).
Ia menilai, potensi properti di Indonesia sangat besar sehingga pihaknya optimis di semester II tahun ini pertumbuhan properti akan semakin naik, meski di semester I pertumbuhan pembiayaan properti agak menurun. “Semester II ini diharapkan penjualan properti lebih bagus, apalagi ada tax amnesty, perekonomian meningkat dan daya beli juga semakin naik,” papar Purnomo.
Untuk menjaring nasabah pembiayaan KPR, Bank Muamalat bekerja sama dengan pengembang properti di daerah dan memiliki 32 kantor cabang yang akan fokus menjual pembiayaan KPR. “Di setiap kota yang ada kantor cabang Bank Muamalat, kami bekerja sama sedikitnya dengan lima pengembang,” ungkapnya.
Pada tahun lalu, Bank Muamalat mencatat pembiayaan KPR sebesar Rp 8,2 triliun. Di tahun ini secara total pembiayaan KPR bisa bertambah Rp 1,8 triliun. Usai Rp 800 miliar terealisasi pada semester I, Bank Muamalat membidik tambahan Rp 1 triliun di semester II 2016. Rasio pembiayaan bermasalah KPR relatif terjaga di bawah tiga persen.
[bctt tweet=”Pembiayaan bermasalah KPR Muamalat di bawah 3%” username=”my_sharing”]

