Karakter yang baik harus terus dibina melalui pendidikan sejak dini dengan mentauladani Rasullullah Shallahu Alaihi Wassalam.
Dosen Kajian Islam dan Psikologis PSKTTI UI, Thobib Al Asyhar menuturkan, bahwa pendidikan pada dasarnya bukan sekedar alih budaya atau alih pengetahuan dan teknologi, tetapi sekaligus sebagai alih tata nilai.
Karena sejalan dengan perubahan zaman dan dinamika pembangunan, maka secara alamiyah telah terjadi pergeseran nilai sebagai akibat derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi global. “Banyak peneliti mengungkapkan perubahan nilai, terutama rendahnya penguasaan akhlakul karimah pada anak,” ucap Thobib pada seminar bertajuk “Pendidikan Karakter untuk Kemajuan Bangsa,” di aula gedung IASTH UI, Jakarta, Senin (29/8).
Thobib menghimbau agar semua elemen masyarakat harus melakukan gerakan untuk mengembalikan konsep dasar hidup yaitu kemandirian, dan berkarakter yang menjunjung tinggi akhlakul karimah.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Oleh karena itu, lanjut dia, potensi karakter yang baik harus terus-menerus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan sejak usia dini. Pasalnya, keluarga sebagai bagian unit terkecil di masyarakat memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak.
Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua terhadap anaknya menentukan keberhasilan pendidikan karakter anak oleh keluarga. “Dalam keluarga Muslim, orang tua dapat menginternalisasikan anak-anaknya mengenai Asmaul Husna dan juga nilai-nilai suri tauladan Rasulullah Shallallu Alaihi Wasallam,” ujar Thobib.

