Jika Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkembang dengan menghasilkan produk berkualitas, maka devisa negara otomatis terdongkrak.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara memberikan alasan kenapa BI mulai fokus mendorong UMKM yakni karena ingin menjaga pemasukan devisa.
Menurutnya, sektor UMKM saling terkaitan dengan sektor pariwisata. Wisatawan pasti tertarik dengan hasil produk-produk UMKM tempat wisata yang mereka kunjungi. Kondisi ini tentunya sangat berkaitan dengan peningkatan devisa di Indonesia.
“Kita juga ingin mendorong pariwisata karena Indonesia masuk dalam 15 negara yang bebas visa. Tujuannya dalam rangka mendorong turis yang masuk Indonesia dari sekitar 9 juta orang menjadi 20 juta orang pada tahun 2020,” ungkap Mirza kepada MySharing disela-sela pameran UMKM binaan BI bertajuk “Karya Kreatif Indonesia,” di Balai Kartini, Jakarta, akhir pekan lalu.
Dia menambahkan, jika UMKM berkembang dengan menghasilkan produk-produk berkualitas, maka daya tarik pariwisata dari suatu tempat akan semakin meningkat. Jika wisatawan asing meningkat, maka devisa negara otomatis akan terdongkrak.
”Ini tujuan kami mendukung kegiatan UMKM, karena juga dikaitkan dengan mandat BI menjaga nilai rupiah yang stabil. Nilai rupiah yang stabil bisa terjaga kalau devisa besar. Nah, kegiatan pariwisata adalah salah satu sumber devisa,” tegas Mirza.

