Radikalisme bukan hanya berkembang ditingkat grassroot, tapi sudah melibatkan kalangan akamisi
Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddqie mengatakan, ICMI akan membantu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam mengatasi radikalisme dan terorisme yang saat ini mengarah kepada kalangan akademisi.
“Radikalisme sekarang ini sudah berkembang, bukan hanya ditingkat grassroot saja, seperti di kalangan orang miskin, terbelakang dan sebagainya yang selama ini diasumsikan. Tetapi sekarang ini sudah melibatkan kalangan berpendidikan tinggi, fenomena radikalisme yang terjadi di dunia kampus,” ujar Jimly, dalam pertemuan dengan BNPT di kantor pusat ICMI, Menteng, Jakarta, Jumat pekan lalu.
Menurut dia, sekarang ini sudah banyak orang bergelar dokter dan profesor yang sudah terpengaruh paham radikal terorisme. Jimly mencontohkan, seorang dokter yang di Kalimantan beberapa waktu lalu yang diduga bergabung dengan kelompok radikal. “Jadi, metode brainwash yang dilakukan kelompok teroris ini ternyata efektif, dan itu merebak kemana-mana,” tukasnya.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Bahkan di kampus-kampus sekarang ini, menurut Jimly, sudah mulai kemasukkan seperti dengan gerakan mengatasnamakan pengajian mahasiswa dan pengajian dosen. “Baru sebulan ngaji celana panjangnya sudah cingkrang, dalam artian cingkrang yang ektrim bagi mereka sudah terpapar radikalisme. Ini yang sangat dikhawatirkan. Jadi inilah yang kita bahas,” tegasnya.
ICMI, kata dia, merasakan kaget dengan data-data yang dibawa Kelapa BNPT terkait radikalisme dan terorisme. Jimly mengaku, pihaknya selama ini sebenarnya sudah tahu ada gelombang yang harus diatasi di lingkungan perguruan tinggi ternyata ini lebih gawat lagi. Karena bukan hanya diperguruan tinggi, tetapi juga di lingkungan sekolah. Bahkan di anak-anak jenjang Sekolah Dasar (SD) juga sudah mulai terpengaruh media sosial (medsos)
“Oleh karena itu, ICMI tidak hanya berpikir tentang kelas kaum intelektual atau para sarjana kampus. Tetapi kita juga punya program untuk anak SMA. Intinya, ICMI bersepakat dengan BNPT untuk melakukan partnership. Dan, BNPT sendiri sudah melakukan dengan semua kalangan, “ ujarnya.
ICMI, lanjutnya, sangat mengpresiasi dengan apa yang sudah dilakukan BNPT dengan memperluas parnership dengan kesadaran bahwa mengatasi radikal terorisme tidak bisa sendirian. “Kita mesti bareng-bareng. Karena peradaban Indonesia yang sudah maju ini tidak bisa ditopang dengan unsur kekerasan,” katanya.
ICMI pun menyadari bahwa masalah ini adalah masalah yang sangat serius, harus bersama-sama dengan kekuatan islam moderat dan semua kekuatan moderat kebangsaan untuk mendukung upaya ini, bukan hanya mendukung BNPT, tetapi ini membantu Indonesia supaya maju.
“Kita tidak bisa maju kalau memelihara kekerasan. Budaya kekerasan yang selama ini ada ya harus dihilangkan dari budaya kerja Indonesia. Untuk itu ICMI akan membantu BNPT dalam mengatasi radikalisme terorisme dengan menggerakkan roda deradikalisasi dan kontra radikalisasi,” pungkasnya.

