Kemenkop-UKM Tambah 12 Penyalur KUR

[sc name="adsensepostbottom"]

Dengan menambah penyalur KUR diharapkan target sebesar Rp 100-Rp 120 Triliun tercapai akhir Desember 2016.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM) membuka keran baru bagi 12 bank dan lembaga keuangan bukan bank (LKBB) yang ingin menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR).

Demikian disampaikan Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Brama Setya pada Perjanjian Kerja Sama antara Kuasa Pengguna Anggaraan (KPA) dengan penyalur KUR (Kredit Usaha Rakyat), di Jakarta, Senin(5/9).

“Kami  berharap penambahan 12 penyalur KUR ini dapat mempercepat penyaluran KUR yang ditargetkan sebesar Rp100-120 triliun sepanjang tahun 2016. Dengan ‎begitu  agresivitas penyaluran semakin tinggi untuk mendorong percepatan penyaluran KUR setiap bulannya,” papar Brama.

Adapun, ke-12 bank dan LKBB penyalur KUR baru tersebut, adalah BCA, Bank Permata, Bank Sinarmas, BPD Kalbar, BPD NTT, BRI Agroniaga, Bank Jabar Banten, BPD Kalsel, BPD Jambi, BPD Papua, Adira Finance, dan Mega Central Finance.

Menurutnya, dengan total 28 penyalur KUR tersebut, berarti tinggal delapan yang belum lolos sistem informasi kredit program (SIKP), yaitu BRI Syariah, BPD Sumsel Babel, BPD Lampung, BCA Finance, Federal International Finance, BPD Bengkulu, BPD Sulteng, dan PT Permodalan Nasional Madani.

Dengan adanya tambahan penyalur KUR, Kemenkop dan UKM menargetkan bisa terealisasi pada akhir Desember. “Sebenarnya targetnya selesai di November, namun ada pelemahan dan penurunan sedikit dalam penyaluran KUR. Dengan adanya penambahan jumlah penyalur KUR maka kami optimis pada akhir Desember tahun ini dapat diwujudkan,” pungkas Brama.