Untuk wujudkan target tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM tidak hanya menambah 12 lembaga penyalur KUR tapi juga koperasi.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Brama Setya mengatakan, pihaknya hingga 29 Agustus 2016 baru merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 6,7 triliun yang disalurkan kepada 2.983.417 debitur.
Brama merinci realisasi penyaluran KUR, Bank BRI sudah menyalurkan Rp 48,723 triliun kepada 2.749.800 debitor, Bank Mandiri mendistribusikan Rp 7,763 triliun kepada 197.438 debitur, dan Bank BNI Rp 8,144 trilun kepada 32.747 debitor. Sisanya terbagi di Bank Sinarmas, Bank NTT, Bank Kalbar, Bank DIY, BPD Bali, BPD Sumut, dan Bank BPTPN.
“Dengan adanya penambahan jumlah penyalur KUR, kami optimis pada akhir Desember tahun ini target Rp 100-Rp 120 triliun dapat diwujudkan,” ujar Brama pada Perjanjian Kerja Sama antara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan penyalur KUR di Jakarta, Senin (5/9).
Selain menambah 12 lembaga penyalur KUR, Kemenkop dan UKM juga akan mendorong agar koperasi juga menyalurkan KUR. Menurut Brama, hingga kini baru satu koperasi yang lolos verifikasi untuk menyalurkan KUR yaitu Kospin Jasa.
Untuk itu, Brama berharap Permenko 13/2015 tentang Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat dapat segera direvisi. ”Kalau tidak, koperasi tidak memiliki payung hukum untuk menyalurkan KUR. Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa diselesaikan,” ujarnya.

