Tokoh Betawi Eki Pitung dalam diskusi "Jakarta Tanpa Ahok", di Rumah Amanah Rakyat, di Menteng, Jakarta, Jumat (2/9). foto: MySharing.

Eki : Melawan Pemimpin Zalim itu Wajib Hukumnya, Bukan Sekedar Perintah Agama

[sc name="adsensepostbottom"]

Eki Pitung menghimbau masyarakat Betawi agar bersatu menyelamatkan Jakarta dari kezaliman Ahok.

Dalam diskusi “Jakarta Tanpa Ahok”, yang diadakan Rumah Amanah Rakyat (RAR) di Jalan Cut Nyak Dien, Jakarta, Jumat pekan lalu, tokoh Betawi Eki Pitung mengimbau masyarakat Betawi untuk maju terus melawan kezaliman gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurutnya, kalau masyarakat Betawi mau melakukan perlawanan secara simbolis sebenarnya sudah lengkah. Mahasiswa, perwakilan RT-RW, pendekar Betawi, mantan penjabat Pemdan, TNI, Polri, tokoh msyarakat dan ulama sudah bergabung menyatuhkan tekad menggulingkan Ahok.

“Melawan pemimpin zalim seperti Ahok, masyarakat jangan hanya diam saja . Itikad kita melawan pemimpin zalim itu wajib hukumnya, bukan sekedar perintah agama,” kata Eki.

Eki menilai permasalah yang terjadi di Jakarta bukan lantran Ahok seorang peranakan Tionghoa. Ia menegaskan, bahwa ini bukan masalah rasis atau apapun bentuknya. “Buat saudara kami yang non Muslim, mohon maaf sebelumnya bukan maksud rasis, tapi untuk masalah Ahok biarkan kami yang melawan dengan itikad kami,” tegasnya.

Eki membeberkan alasan dirinya menentang Ahok. Pertama, kasus pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta telah mengakibatkan kerugian Rp 191 miliar. ”Kenapa kita harus menurunkan Ahok saat ini juga, pertama kasus RS Sumber Waras yang  disulap tidak berdesis ilang lenyap,” ujarnya.

Kedua, kata Eki, yakni penggusuran Kampung Pulo yang dinilai tidak manusiawi. Adapun alasan ketiga, adalah kasus reklamasi Teluk Jakarta beraroma balas budi antara Ahok dengan pengusaha yang mendukung Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Alasan keempat, karena Ahok kerap melontarkan kata-kata kasar dan menyinggung perasaan. Belum lagi ucapan Ahok yang kerap kali ditampilkan di media televisi dengan kata-kata kasar.  Menurutnya, ini berbahaya dan sebuah kebodohan yang sangat tidak mendidik generasi bangsa.

Eki menghimbau agar warga DKI Jakarta bersatu dan menjaga kota Jakarta dari pemimpin yang zalim. ”Ini adalah kampung kita, makanya kita harus menyelamatkan Jakarta dari pemimpin zalim,” ujar pemilik nama Muhammad Rifky.