Nilai pembiayaan mencapai Rp 75 miliar.
Duta Mentari Raya, anak usaha Perusahaan Pengelola Aset yang bergerak di bidang pengelolaan kelapa sawit, memperoleh pembiayaan investasi dan modal kerja dari Bank Muamalat. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit.
Komisaris Duta Mentari Raya Agung Budi Handoyo mengatakan, untuk membiayai pabrik tersebut pihaknya memerlukan dukungan dari perbankan. Oleh karena itu, pihaknya membuka diri untuk semua kreditur. Namun, dalam perkembangannya dan proses negosiasi, baik syarat komersil maupun kemudahan melakukan penarikan dan pelaporan, pihaknya akhir memilih Bank Muamalat.
“Ada beberapa bank termasuk Bank Muamalat yang tertarik terhadap industri kelapa sawit untuk pabrik pengolahan. Kami memilih yang terbaik bagi kami dalam prosesnya, dan yang sesuai persyaratan dan diterima kedua belah pihak adalah Bank Muamalat. Di Bank Muamalat untuk industri kelapa sawit itu termasuk top line yang mereka incar untuk portolio,” katanya saat ditemui MySharing, Kamis (8/9).
Direktur Duta Mentari Raya Edward Soesanto menambahkan, saat ini pabrik pengolahan kelapa sawit masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. “Total investasi biaya proyeknya diatas Rp 100 miliar. Kami mendapat pembiayaan dari Bank Muamalat sebesar Rp 70 miliar untuk pembiayaan investasi dan Rp 5 miliar untuk modal kerja. Sisanya modal sendiri,” ungkapnya.
Duta Mentari Raya memproduksi crude palm oil untuk ekspor dan konsumsi dalam negeri. Melalui dukungan pembiayaan dari Bank Muamalat, Duta Mentari Raya ditargetkan dapat menyelesaikan pengelolaan kelapa sawit dengan kapasitas 45 ton/jam di Desa Kebon Lado, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau yang telah berlangsung sejak Januari 2016. Hal ini dilakukan untuk dapat memulai pemenuhan pengolahan kelapa sawit pada Januari 2017.
[bctt tweet=”Muamalat biayai Duta Mentari Raya hingga 75 M” username=”my_sharing”]

