Ilustrasi

Mudzakarah Ulama:Jangan Pilih Pemimpin yang Kafir, Pilihlah yang Islam

[sc name="adsensepostbottom"]

Kalau umat Muslim bersatu pasti bisa kalahkan Ahok.

Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) dan Majelis Ormas Islam (MOI) melakukan Mudzakarah Ulama dan Tokoh Nasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (14/9).

Pada mudzakarah itu, ulama dan tokoh nasional menyepakati untuk tidak memilih gubernur incumbent Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Juru bicara MPJ Ustad Bachtiar Nasir menyampaikan terdapat dua hasil musyawarah. Pertama,  para tokoh ulama dan tokoh nasional  akan membawa pesan pada semua partai untuk mengusung calon dari hasil musyawarah tersebut.

Kedua, akan ada gerakan lanjutan pada tanggal 18 September 2016 mendatang untuk memilih siapa sosok yang tepat memilih kota Jakarta ini. Adapun tempatnya di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat dan dilakukan usai solat zuhur nanti.

Dalam musyawarah itu, Ketua Dewan Syura MPJ Didin Hafidhuddin menekankan kepada pentingnya suara umat. Pimpinan Perguruan Asy Syafi’iyyah KH. Abdurrasyid Abdullah Syafi’i  juga mengingatkan pentingnya menaruh perhatian pada umat Islam. Dia pun mengingatkan untuk tidak memilih pemimpin yang seperti Ahok.

Beliau mengutip hadist tentang orang yang tidak menaruh perhatian terhadap urusan  umat Islam yang banyak,  maka bukan dari golongan dari Nabi Muhammad SAW. “Jangan salah pilih pemimpin yang kafir, pilihlah yang Islam. Jangan sampai suarakan pemilih yang salah,” tegas Abdullah Syafi’i.

Sementara itu, Ketua MOI Kyai Sadeli Karim mengatakan, bahwa  apa yang digemborkan media pendukung incumbent bukan berarti calon incumbent tidak bisa dikalahkan. “Kekuatan pemilih Muslim adalah mujahadah, tawadhu, dan sabar. Masing-masing harus rendah hati mendahulukan calon yang lebih baik. Jadi kalau umat Muslim bersatu pasti bisa kalahkan Ahok,” ungkapnya.

Pengamat politik Eep Saefullah mengungkap data bahwa tidak betul Ahok sulit dikalahkan.Menurut Eep, ada tiga kategori untuk dapat mengalahkan Ahok. Pertama, Muslim dihendaki oleh 70 persen, kedua, pemimpin daerah yang telah terbukti kinerjanya, seperti Risma, Ridwal Kamil, dan Suyoto, serta ketiga tegas dan berwibawa.

[bctt tweet=”Tidak betul Ahok sulit dikalahkan.” username=”my_sharing”]

Adapun tokoh nasional Amin Rais menyadarkan peserta mudzakarah bahwa yang dihadapi oleh umat Islam saat ini adalah konspirasi politik uang dengan skala yang mencengangkan. “Yang mampu menundukkan berbagai kepentingan demi konspirasi buruk mereka. Namun tetap dapat dikalahkan dengan ikhtiar bersama dan memohon pertolongan Allah SWT,” pungkasnya.