Susah kalau pemimpin tidak pernah shalat, tidak mengerti etika Islam, gaduh terus.
Puluhan ribu umat Islam Jakarta dan sekitarnya, memenuhi Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (18/09). Mereka mengikuti Tabligh Akbar dan Doa Keselamatan untuk Kepemimpinan Ibu Kota yang digelar Aliansi Peduli Umat dan Bangsa (APUB).
Sebelum tabligh akbar, dengan khusyu’ mereka menjalankan ibadah shalat Zuhur berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan akidah Islam Ahlussunah dan doa yang dipimpin Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Syuro Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) Prof Dr KH. Didin Hafiduddin menjelaskan, Masjid sebagai Baitullah, rumah Allah, adalah tempat umat Islam melakukan rukuk dan sujud bersama-sama. Jika umat Islam dapat membangun shaf (barisan) yang rapi dalam shalat, maka mestinya juga bisa membangun shaf yang rapi saat di luar masjid.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
“Shalat berjamaah cerminan perjuangan, barisannya teratur. Sebab Allah mencintai berjamaah, baris yang rapi. Itulah ciri umat Islam, sebagai umat terbaik,” tegas Didin.
Sebagai umat terbaik, lanjutnya, umat Islam senantiasa harus melakukan islah (aktivitas kebaikan). “Siapa yang paling berjasa bagi negara ini? umat Islam! Siapa yang paling besar dalam merebut kemerdekaan? Umat Islam, para kyai dan santri dengan ucapan takbir,” tegas Didin lagi mengema.
Karena itu, mantan Ketua BAZNAS ini menegaskan, bahwa peran besar umat Islam ini tidak boleh dikecilkan. Jika ada yang berusaha mengecilkan peran umat Islam, maka umat harus segera bangkit.
Menurut Direktur Program Pasca Sarjana UIKA Bogor ini, saat ini umat Islam menghadapi masalah besar dalam kepemimpinan. Hal ini mengharuskan umat Islam untuk menyatukan hati dan pikiran, berdoa dengan sungguh-sungguh agar bangsa ini dipimpin oleh orang beriman.
“Untuk gubernur DKI semoga kita mendapatkan gubernur yang baru. Kita berdoa setiap malam, semoga mendapat pemimpin yang gemar shalat, bukan pemimpin yang galak dan kasar terhadap umat. Di masjid ini kita berdoa. Semoga Allah Taala memberikan kita pemimpin yang terbaik. Berikan kami pemimpin yang tidak kasar dan arogan,” ungkap Didin di hadapan peserta Tabliq Akbar.
[bctt tweet=”Kyai Didin: “Berikan kami pemimpin yang tidak kasar dan arogan!”” username=”my_sharing”]
Dengan mengutip sebuah ayat Alquran, Didin menyebutkan pemimpin terbaik itu adalah orang yang beriman yang senantiasa menjalankan shalat. “Susah kalau pemimpin tidak pernah shalat. Tidak mengerti etika Islam, gaduh terus,” tegasnya.

