Pasar Induk Nusantara pada (17/9/2016) menjalin sinergi bisnis dengan kelompok tani Magelang di Magelang, Jawa Tengah.

Pasar Induk Nusantara Jalin Kerjasama dengan Kelompok Tani Magelang

[sc name="adsensepostbottom"]

Guna  memperkuat penetrasi pasar yang ada di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jababeka), pelaku bisnis Pasar Induk Nusantara (PIN), akhir pekan lalu Sabtu (17/9/2016) menjalin sinergi bisnis dengan komunitas kelompok tani Magelang di Magelang, Jawa Tengah.

Founder PIN – Sutardi dalam temu para petani di Desa Dukun Kecamatan Muntilan – Magelang mengatakan, sinergisitas antara PIN dan para petani sangat diperlukan.

“Apalagi selama ini kebutuhan produk produk pertanian untuk para konsumen PIN sangat besar sekali. Melalau sinergisitas ini diharapkan ada sebuah kesepahaman bersama dalam membangun kemiteraaan,” lanjut Sutardi.

Menurut Sutardi, potensi produk – produk pertanian yang dimiliki oleh para petani desa dukun Magelang sangat melimpah, seperti segala jenis sayur mayur, buah buahan dll. Hal ini tidak lepas dari kesuburan tanah yang dimiliki oleh desa tersebut akibat dampak dari erupsi gunung Merapi. Dalam analisa yang ada selama ini jika dari satu kecamatan  dikumpulkan, segala produk produknya bisa mencapai 200 ton per hari.

“Artinya dengan jumlah tersebut sangat besar potensial bisnisnya sekali.Peluang potensi bisnis tersebut menjadikan sekaligus sebuah peluang bisnis dari PIN yang selama ini sedang mengepahkan sayap bisnis produk pertaniannya,” lanjut Sutardi.

PIN adalah sebuah perusahaan pemasar dan distributor produk – produk pertanian betbasis online. Dengan situs onlennya dengan nama www.pasarinduk.id segala macam produk produk pertanian dari penjuru negeri ini dipasarkan kepada masyarakat.

Dengan sinergisitas bisnis dengan petani Magelang ini, akan memperkuat volume komoditas bisnis PIN kedepan,” ujar Sutardi.

Dalam membangun sinergisitas bisnis ini, PIN tidak hanya sekedar bisnis secara umum yang biasa dilakukan oleh pelaku usaha dengan para petani. Tapi juga melakukan pemberdayaan dan edukasi kepada para petani tentang jenis jenis dan produk pertanian yang direspon oleh pasar dan strategi pemasaran produk pertanian dalam menghadapi globalisasi. Hal ini, kata Sutardi sangat penting, melihat selama ini tiadanya keterpihakan terhadap para nasib petani.

“Bersama kemiteraan dengan para petani inilah kita berharap sama sama membangun kedaulatan pangan di negeri ini,” ungkap Sutardi lagi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Mina Tani desa Dukun – Joko S, mengucapkan terima kasih kepada PIN yang telah membantu memasarkan produk produk pertanian petani Magelang. Ia menyadari apa yang dilakukan oleh PIN merupakan cara dalam memotong distribusi para tengkulak yang selama ini arogan dalam memainkan naik dan turunnya harga produk pertanian.

“Dengan PIN ini dan kami bersinergi ada sebuah kepastian bisnis secara transparan,” demikian terang Joko S.