Target pertumbuhan kredit PermataBank sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia (BI).
Direktur Retail Banking PermataBank Bianto Surodjo menyatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit single digit sampai dengan akhir tahun. Proyeksi kredit PermataBank ini lebih rendah dari proyeksi perseroan sebelumnya yang menargetkan pertumbuhan kreditnya bisa double digit.
“Target pertumbuhan kredit PermanaBank sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia (BI) yang berada dikisaran 7%-9%. Ya mungkin upset maksimum bisa segitulah. Pokoknya antara itu, saya sudah tunjukkan,” ujar Bianto ditemui usai penandatangan kerja sama dengan Citilink Indonesia di Jakarta, Rabu (5/9).
Menurutnya, ekspansi kredit PermataBank tahun ini masih konservatif. Sebab target pertumbuhan kredit tersebut masih di bawah proyeksi regulator yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memproyeksikan kredit perbankan masih mampu tumbuh di kisaran 11 %-12%.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
“Kalau kita sampe akhir tahun angkanya kurang lebih flat atau tumbuh dikit, kita lihat sampe akhir tahun, kira-kira more or less sampe akhir tahun flat atau tumbuh sedikit,” ujarnya.
Di sepanjang semester I 2016, PermataBank dengan kode emten BNLI ini mencatatkan pertumbuhan kreditnya sebesar Rp 115,07 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 10,71% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

