Tak Layak Di Rumah ini, Ahok Harus Diusir!

[sc name="adsensepostbottom"]

Kalau misalnya Jokowi masih lindungi Ahok, kita rujak Jokowinya.

Pada bedah buku “Rumah Bagi Muslim, Indonesia dan Keturunan Tionghoa,”  yang digelar Yayasan Haji Karim Oei dan Dompet Dhuapa di Philanthropy Building, Jakarta, Rabu (26/10), Sejarawan Betawi, Ridwan Saidi berbagi kisah kalau dirinya baru saja berkunjung ke  Neglasari Kabupaten Tenggerang, Jawa Barat untuk sebuah penelitian.

Saidi pun bercerita, Neglasari adalah pemukiman China Benteng yang migran dari daratan. Kehidupan mereka  berbaur dengan pribumi begitu akrab dan bersenyawa, serta kata-kata mereka pun sangat santun dan sopan..

“China Benteng bertutur Melayu lebih bagus dari orang Melayu sendiri. Seperti Masnah, penyanyi Gambang Kromong, suaranya indah dan lembut, sangat sopan,  begitu juga warga China Benteng lainnya,” ujar Saidi.

Ketika kunjungan itu, Saidi terus memperhatikan kehidupan China Benteng berbaur dengan pribumi. Mereka masih bercocok tanam, menanam sayuran, membuat tahu tempe, naik sepeda ketika melakukan aktivitas seperti ke pasar atau berdagang. Bahkan, ronda menjaga keamanan lingkungan pun dilakukan bareng pribumi, terlihat tidak ada persoalan.

“Itulah China Benteng. Saya kira sudut yang paling indah kabupaten Tanggerang adalah Neglasari. Dimana warga Tionghoa dan pribumi telah senyawa,” tegas Saidi.

Ahok Harus Diusir 
Namun, kini Saidi sangat prihatin dengan etnis Tionghoa di Indonesia yang terkena dampak dari bicara kasar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang memaki-maki pribumi di hadapan umum, itu berimbas kepada seluruh warga Tionghoa di Indonesia.

 “Helo ibu..! ibu maling ya kalau gitu, apaan tuh. BPJS nggak diurus yang benar! Maling ibu!,” ucap Saidi menirukan ucapan Ahok yang memaki seorang warga Jakarta yang mendatangi Balaikota beberapa waktu lalu.

[bctt tweet=” Ahok harus diusir demi melindungi warga Tionghoa ” username=”my_sharing”]

Saidi menilai perilaku Ahok sangat kontras dengan kehidupan China Benteng yang sangat menghargai pribumi di mana mereka tinggal sebagai pendatang. Saidi menegaskan bahwa Ahok harus diusir demi melindungi warga Tionghoa yang lainnya.  “Untuk melindungi yang mayoritas orang Tionghoa di Indonesia, ini orang harus diusir jangan diproteksi,” tegas Saidi disamput tepuk tangan hadirin yang hadir.

Terkait dengan Rumah Muslim, Indonesia dan Keturunan Tionghoa, Saidi juga mengusir Ahok agar tidak tinggal di rumah ini.

“Abong-abong kita bikin rumah, dia masuk ke dalam kategori ini. Nggak bisa tinggal di rumah ini, harus diusir, harus dihalau, nggak bisa nggak. Saya ini orang Sawah Besar berteman sama orang China, saya kenal satu-satu mereka sopan, nggak kaya orang satu ini,” tukas Babe begitu panggilan akrab Ridwan Saidi.

Fakta yang terjadi, kata Saidi, adalah warga Tionghoa yang lain kehidupannya terusik menjadi tidak nyaman dampak dari perilaku Ahok. ”Teman kita, China baik-baik jadi kita perenggutin juga kan nggak enak, nyasar ke sino kemari. Kan itu nggak boleh,” ujarnya.

Oleh karena itu, demi menyelamatkan rumah ini, Saidi menegaskan bahwa Ahok jangan dilindungi. ”Busuk ini orang. Maaf masa penjahat kita ajak tidur di rumah kita. Nggak bisa dong harus diusir,” tukas Saidi.

Saidi pengibaratkan penyakit, Ahok adalah penyakit diabetes bagi etnis Tionghoa di Indonesia. ”Harus diamputasi sebelum menyebar ke orang lain,” tegasnya.

Ahok Tidak Indonesia Kelakukannya
Saidi menegaskan bahwa apa yang dilakukan Ahok dan para cukong China, selama ini bersikap tidak Indonesia. Salah satu yang mendasarinya menurut Saidi adalah mereka berpikir uang adalah segala-galanya. Sehingga pada cukong bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) menggusur rakyat kecil tanpa belas kasihan.

”Gusur sana gusur sini, kerjasama sama Pemda. Pemdanya juga sama-sama dia. Yang sopanlah tinggal di Indonesia. Jadi, intinya Ahok tidak Indonesia kelakukannya,” tegas Saidi.

Selain dianggap arogan, Ahok juga harus ditangkap atas berbagai tuduhan, diantaranya yang terbaru adalah kasus penghinaan Alquran dan ulama. Saidi juga mendukung sikap warga Jakarta yang akan menggelar aksi massa besar-besaran pada hari Jumat, 4 November 2016 mendatang yang mendesak proses hukum kasus tersebut.

“Bagus, saya doain supaya demo sukses. Jumat 4 November demo besar-besaran, dan Desember juga akan ada demo lagi. Kalau misalnya Jokowi masih lindungi Ahok. Jokowi juga kita bekuk, kita rujak,” tukas Saidi disambut suara gemuruh yang hadir di ruang   Khalifah, Philanthropy Building, Jakarta.