Presiden RI Joko Widodo (kanan), Ketum PBNU Said Aqil Siradj (kedua kanan), Rois Aam PBNU Ma'ruf Amin (kedua kiri), dan Sekjen PBNU Helmi Faisal Efendi berjalan keluar seusai mengadakan pertemuan tertutup di kantor PBNU, Jakarta, Senin (7/11). Foto: Republika/ Yasin Habibi

Pernyataan Sikap, PBNU Sindir Jokowi

[sc name="adsensepostbottom"]

Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) menyayangkan kelambanan pemerintah melakukan komunikasi politik dengan rakyat.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj membacakan 4 pernyataan sikap PBNU usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (7/11).

Said Aqil menegaskan, PBNU mengapresiasi Aksi Bela Islam di Istana Negara, Jumat 4 November 2016.Menurut Said, demo berjalan tertib dan damai hingga pukul 18.00 WIB.

Saat membacakan pernyataan sikap, Aqil Siroj didampingi Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dan Rois’ Am PBNU yang juga Ketua MUI, Ma’ruf Amin.

Berikut 4 pernyataan sikap PBNU yang dibacakan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj.

Mencermati perkembangan situasi dewasa ini, bersama ini kami tegaskan:

1. Sebagai bagian dari cara berdemokrasi yang beradab dan niat yang tulus untuk meluruskan etika kepemimpinan, Kami mengapresiasi #AksiDamai411. Karena hakikat kepemimpinan adalah teladan yang baik (uswatun hasanah). Pemimpin tidak boleh berujar kalimat-kalimat kotor yang menimbulkan kontroversi bahkan melahirkan perpecahan. Pepatah mengatakan: “Keselamatan seseorang adalah dengan menjaga lisannya”.

Sedangkan memperkokoh tali ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kebangsaan) bahkan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan). Tidak tepat untuk menstigma bahwa #AksiDamai411 ditunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu. Lebih bijaksana bagi semua pihak hendaknya mengambil pelajaran dari ##AksiDamai411 tersebut.

2. Tugas aparat keamanan adalah menindak pihak-pihak yang ingin menodai niat luhur dari #AksiDamai411. Adapun mengenai kericuhan yang ditimbulkan, kami tidak yakin bahwa itu dilakukan para pengunjuk rasa #AksiDamai411. Kami justru menengarai hal itu dilakukan kelompok yang ingin merusak kemurnian dan niat suci dari tujuan gerakan Aksi Damai 4 November.

3. Menyayangkan kelambanan pemerintah dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyatnya. Mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan dialog yang lebih intensif dengan seluruh lintas tokoh pemuka agama sehingga terbangun suasana kondusif.

4. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu, senantiasa membangun ukhuwah dan memperkokoh ikatan kebangsaan kita.

“Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran yang paling berharga bagi kita sebagai bangsa agar tidak terulang di kemudian hari. Allahu Akbar, NKRI harga mati,” tegas Said.