Satu tuntutan tegakkan hukum berkeadilan penista agama ditangkap tak menghalangi jihad umat Muslim, meskipun rintangan menghalang.
Dalam suasana gerimis, pada Kamis pagi (1/12) sekitar pukul 09.30 wib, ribuan masyarakat Muslim Bogor Raya sudah bergerak jalan kaki dari halaman Masjid Raya Bogor menuju Jakarta dalam rangka Aksi Bela Islam III.
Di sela apel konsolodasi, massa sempat diinstruksikan melakukan jalan di tempat dan memijat sesama rekan di sampingnya. Dalam orasinya di depan peserta, Ketua GNPF MUI Bogor Raya, Ustadz Iyus Khaerunnas mengatakan, aksi tak terlepas dari upaya menunjukkan ke seluruh dunia bahwa massa siap mengawal Alquran.
Menurutnya, hujan adalah karunia Allah. Begitu juga panas, sakit maupun sehat. “Mari kita sama-sama luruskan niat. Niat karena Allah. Mengawal Alquran. Alquran yang dinistakan musuh-musuh Allah. Siap long march?,” seru Ustaz Iyus.
Sepanjang perjalanan mereka melantunkan yel-yel “Alquran imam kami, Alquran pedoman kami, Alquran petunjuk kami, Alquran satukan kami. Aksi Bela Islam Aksi Bela Islam Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar.”
Aksi jalan ini menyedot perhatian masyarakat sekitar, bahkan ada diantara mereka yang ikut memberikan bantuannya berupa makanan dan minuman.
Ustaz Hasri Harahap, selaku koodinator aksi jalan kaki ini mengatakan, acara ini diikuti para pemuda hingga orang tua. “Mereka semua ingin menunjukkan sikapnya menentang penistaan agama yang dilakukan Ahok,” ujarnya.
Selain itu, kata Ustaz Hasri, kegiatan ini juga sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Muslim Ciamis yang sebelumnya sudah melakukan aksi jalan kaki.
Ustaz Hasri berharap dengan aksi ini umat Islam semakin kompak dan bersatu. “Dan tentunya harapan kita agar penista agama bisa ditangkap dan nanti tidak ada lagi yang berani melakukan hal yang sama,” jelasnya.
Dalam longmarch ini, rombongan aksi didampingi oleh pihak kepolisian untuk pengawalan. Aksi pejalan kaki Muslim Bogor ini dengan harapan sore atau malam hari nanti sudah sampai ke lokasi tujuan di lapangan Monumen Nasional (monas). Aksi longmarch ini akan diiringi oleh mobil logistik dan ambulan.
Rute perjalanan long march massa, yaitu melalui Jalan Pemda Cibinong, Jalan Raya Bogor-Jakarta, Jalan Margonda Depok, Jalan Pasar Minggu Jakarta, lalu Kalibata, Pancoran, Menteng, kemudian menuju Monas. Para peserta juga diberikan jas hujan. Selain itu, massa diimbau jangan mengkhawatirkan pasokan makanan maupun bantuan kesehatan. “Setiap 50 orang dipandu satu pemimpin agar barisan tetap rapi, jangan khawatir pasokan makanan dan kesehatan ada mobil pandu yang selalu mengiringi,” tambahnya.
Jihad Pejalan Kaki Muslim Ciamis
Setelah azan subuh berkumandang para peserta longmarch dari Ciamis menuju Jakarta untuk mengikuti aksi super damai pada 2 Desember 2016, beranjak dari tidur untuk mengambil air wudu dan melakukan salat berjamaah yang selanjutnya berdoa.
Para peserta jalan kaki yang beristirahat dan menginap di aula dan mesjid Perhutani, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/12), sebelum melajutkan perjalanannya, mereka sarapan terlebih dahulu.
Mereka sarapan seusai salat subuh dan berdoa, dengan nasi bungkus atau nasi kotak, yang telah disediakan di depan aula. Para peserta aksi pun mengantre mengambil makanan untuk sarapan.
Alasan Tak Naik Bus
Peserta aksi damai yang berjalan kaki itu dikawal aparat kepolisian. Mereka terlihat membawa sejumlah atribut yang akan digunakan pada aksi besok.
Mereka berjalan memenuhi lajur lambat atau khusus sepeda motor di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Keberadaan mereka di Kota Bandung merupakan hari ketiga setelah melakukan perjalanan dari Kabupaten Ciamis sejak Senin (28/12). Mereka bermalam di aula yang ada di kantor Perhutani.
Bukan tanpa alasan mereka menempuh ratusan kilometer untuk menuju ke Jakarta. Perusahaan bus di Kabupaten Ciamis menolak menyewakan armada untuk perjalanan peserta aksi damai lantaran saksi dari kepolisian.
Namun, dalam perjalanan puluhan kiloan meter separuh peserta aksi asal Kabupaten Ciamis menggunakan bus yang disediakan donatur. Mereka menggunakan bus merupakan peserta aksi damai yang sudah berjalan kaki sejauh 130 kilometer.
“Kami memutuskan orang yang sudah berjalanan kaki ratusan kilometer akan naik bus. Orang yang masih mau, masih kuat, dan mampu akan jalan kaki,” kata Koordinator GNPF, Nonop Hanafi.
Sebagian peserta aksi damai yang tidak berjalan kaki akan menaiki 10 bus. Namun, kata Nonop, tak menutup kemungkinan peserta aksi yang sudah berangkat dengan berjalan kaki akan dijemput.
Hal itu tergantung situasi, kondisi, jarak tempuh, dan waktu. Mengingat, kata dia, aksi damai berlangsung besok.”Kami juga ada kebijakan untuk para pejalan kaki yang sudah berangkat,” kata Nonop.
Semangat Bersih-bersih akan Warnai Aksi 212
Aksi super damai juga tergerak dari kota-kota seluruh provinsi Indonesia, diantaranya dari Garut yang meskipun terganjal dengen pembatalan sepihak dari perusahaan bus, tapi para Muslim Garut ini terus bersemengat melaju menuju Jakarta dengan satu tekad Aksi Super Damai menuntut keadilan penegakkan hukum bagi penista agama.
Padang, Sumatera Barat juga bergerak menuju Jakarta, meskipun ditengah perjalanan dihadang pemeriksaan polisi. Namun tekad hati membela Islam tak bisa dilunturkan meskipun berbagai rintangan menghadang. Mereka pekik Allahu Akbar satukan tekad bergerak ke Jakarta untuk turut gemuruhkan Aksi Bela Islam III.
Begitu juga dengan kota lainnya. Bandung, Jawa Barat juga akan bergerak memadati Monas dengan pekik Allahu Akbar. Bahkan sepuluh ribu jamaah Pondok Pesantren (Ponpes) Daarut Tauhid bakal mengikuti Aksi Bela Islam III pada Jumat besok (2/12).
“Sepuluh ribu santri ya, lima ribu santri dari Jakarta, Lima ribu dari Bandung,” kaya Pimpinan Ponpes DT, Abdullah Gymnastiar.
Aa Gym menuturkan, para jamaah yang dibawanya memiliki niat baik. Mereka menginginkan kasus dugaan penistaan agama yang disangkakan Ahok dapat segera diselesaikan.
“Kita ingin benar-bener kejadian ini cepat selesai, dengan seadil-adilnya tidak terulang. Semua pihak mengambil bisa mengambil hikmah, belajar dari kejadian ini,” ungkap Aa Gym.
Ia mengharapkan aksi Bela Islam Jilid III yang bakal diikuti para santri bisa berjalan dengan lancar. Dia juga berencana bakal mengarahkan jamaah DT untuk membersihkan sisa-sisa sampah pasca aksi di Jakarta.
“Semua jamaah Darut Tauhiid yang sepuluh ribu itu insyaallah ikut membantu bersih-bersih, dengan (jemaah) dari kafilah lain. Alat yang kami bawa, sapu lidi, pengki, dan kantong kresek (plastik),” ujarnya.

