Al-Quran adalah kitab suci yang tidak ada sedikit keraguan didalamnya. Al-Quran adalah jantungnya umat Islam, jangan coba-coba dinistakan.
Lautan manusia dalam guyuran deras hujan di langit Monas, tetap khusyu dalam balutan khotbah Habib Rizieq Shihab jelang shalat Jumat (2/12).
Dada ini pun bergetar di saat lantunan khutbah Jumat Habib Rizieq Shihab yang begitu menggelagar. Suaranya tegas membuat hati tersentak dan sadar bahwa hukum Allah-lah yang paling tinggi.
Ketegasannya mengingatkan akan sosok Umar Bin Khattab RA yang tidak pernah takut untuk menyuarakan kebenaran. Disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Habib Rizieq berpesan kepada jutaan jamaah yang hadir pada aksi super damai Jumat siang (2/12).
“Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah SWT, dengan sebenar-sebenarnya taqwa. Allah amanatkan kepada kita semua, jangan sekali-kali kita mati kecuali kita tetap memiliki nikmatul iman wal Islam. Hai orang-orang beriman jangan sekali-kali engkau mati/wafat, tinggalkan alam dunia ini kecuali engkau tetap sebagai orang-orang Muslimin yang berserah diri kepada Allah SWT.”
Taqwa tegas Habib Rizieq, tidak lain dan tidak bukan adalah menjalankan segala perintah Allah SWT dan meninggalkan segala larangannya, semata-mata hanya untuk menharapkan ridho Allah SWT.
Kembali Habib Rizieq menegaskan, Islam itu simple, Islam itu sederhana yaitu laksanakan perintah Allah dan Rasulnya serta tinggalkan larangannya. Islam itu simple, Islam itu mudah. Apa yang Allah nyatakan wajib. Wajib untuk kita lakasanakan. Apa yang Allah nyatakan haram, maka haram untuk kita jalankan.
”Tancapkan di dalam sanubari kita semua, dalam jiwa kita paling dalam bahwa hukum Allah di atas segalanya. Tidak ada satu pun hukum yang lebih adil, lebih baik dan lebih berkah dari hukum Allah,” jelas Habib Rizieq.
Dalam surat Al Maidah ayat 49, lanjut Habib, sangatlah jelas diyatakan, yaitu berhukumlah kamu dengan Al-Quran. Jangan sekali-kali engkau ikuti hawa nafsu mereka. Begitu banyak manusia-manusia durjana yang tidak mau tunduk kepada hukum Allah SWT, dan mereka mengajak orang lain untuk tunduk kepada hukum yang bertentangan dengan hukum Allah SWT.
Dalam khotbahnya, Habib Rizieq mengingatkan, bagaimana Allah SWT menyindir surat Al Maidah ayat 50, yaitu mereka yang tidak mau menggunakan hukum Allah, tidak tunduk pada hukum Allah. Apa Allah nyatakan untuk mereka apakah mereka menghendaki hukum jahiliyah? Selanjutnya Allah mengatakan, tidak ada satu pun hukum dari mahluk yang manapun yang lebih baik daripada hukum Allah SWT.
”Saya ingatkan sekali lagi kepada segenap kaum Muslimin. Tancapkan dalam sanubarimu paling dalam, hukum Allah ada di atas segalanya. Artinya bahwa ayat suci di atas ayat konstitusi,” tegas Habib Rizieq.
Kenapa?”Sebab ayat suci adalah wahyu ilahi yang tidak boleh diganti, sehingga harga mati yang harus ditaati. Sedangkan ayat konstitusi adalah produk akal insani yang tidak boleh bertentangan dengan wahyu ilahi,” terang Habib Rizieq.
Menurutnya, ayat konstitusi tidak boleh bertentangan dengan ayat suci. Artinya, manakala ayat konstitusi sejalan dengan ayat suci, kita harus taat sebagai warga negara. Namun, apabila ayat konstitusi bertentangan dengan ayat suci, maka umat Islam wajib berjuang untuk meluruskan agar sejalan dengan wahyu ilahi.
”Jadi, bagi umat Islam, ayat suci diatas segalanya. Al-Quran adalah kitab suci yang tidak ada sedikit keraguan didalamnya. Maka tidak boleh ada yang memperolok-olok Al-Quran. Al-Quran adalah jantungnya umat Islam, jangan coba-coba dinistakan,” tegas Habib Rizieq.
Pada kesempatan ini, Habib Rizieq menegaskan, bahwa jutaan umat Islam datang ke Jakarta bukan untuk merusak NKRI, bukan untuk melawan Pancasila, bukan untuk menodai UUD 1945, dan bukan untuk juga menghancurkan kebhinnekaan Tunggal Ika.
”Saya sampaikan kepada seluruh ulama dan umara khususnya kepada Presiden RI, mereka datang untuk membela AlQuran, bela agama, dan menegakkan hukum justru karena mereka cinta kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dan bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Habib Rizieq.

