Ustad Bachtiar Nasir

Ustaz Bachtiar : Komitmen Aksi Damai Tidak Boleh Bergeser

[sc name="adsensepostbottom"]

Walaupun sudah siap korbankan nyawa, kami tak ingin ada darah tumpah.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, faktanya  umat terbesar bangsa ini yang selama ini terpinggir dari keadilan sosial dan tersisihkan dari keadilan hukum, mulai bersuara dan membaca dengan kecerdasannya mengapa hukum bisa lumpuh di hadapan satu orang.

“Orang yang jauh dari nilai Pancasila dan Kebhinekaan. Orang yang sesungguhnya tidak kenal dengan nasionalisme. Kekuatan apa  gerangan yang berada di belakang dia sehingga aparat hukum dan negara dibuat tak berdaya?,” ujar Bachtiar dalam Silaturrahmi Pasca Aksi Super Damai 212 Bela Islam 3 di Masdjid Raya Pondok Indah, Jakarta, Selasa (6/12).

Lambat laut takbir itu mulai terbuka, tapi rakyat  masih saja bersabar. Apa yang terjadi selanjutnya? “Rakyat akhirnya melihat hukum masih dipermainkan. Si. penista agama ini semakin pongah,” tegas Bachtiar.

Maka, umat pun menunggu aksi 25 November 2016. Namun itu kata Bachtiar,  tentu bukan kebijakan GNPF. Akhirnya GNPF putuskan Aksi 212 Aksi Super Damai Bela Islam 3 untuk aksi lanjutan 411. Yakni,  hari aksi damai, hari melawan dengan bertahan, hari menang dengan bersabar.

“Aksi 212 harusnya di Bundaran HI.  Karena kalau di Istana nanti ditembaki lagi. Walau sebagian sudah siap korbankan nyawa. Kami  tak ingin ada darah tumpah, sungguh kami ingin damai. Komitmen aksi damai tidak boleh bergeser,” papar Bachtiar.

Bachtiar mengaku walaupun ada yang tidak puas, karena yang namanya demo itu teriak-teriak, unjuk rasa itu mencaki-maki. Ya minimal goyang-goyang pagar istana atau DPR RI. “Kami tidak ingin seperti 1998, murni politik karena ada yang ingin berkuasa. Kami tidak ingin berkuasa dan menjadi penguasa, karena berat tanggungjawabnya di hadapan Allah SWT,” tegasnya.

Kenapa langit dan bumi masih beredar sama dengan porosnya? Bachtiar  yakin keadilan Allah SWT masih tegak. Sehingga tidak perlu capai-capai berpikir untuk menjatuhkan siapapun di Indonesia ini. Karena   kalau mereka sudah bertentangan dengan hukum Allah dan rasa keadilan rakyat, mereka  akan tumbang sendiri.

[bctt tweet=”Bachtiar Nasir: Kami tidak ingin berkuasa dan menjadi penguasa!” username=”my_sharing”]

Untuk itulah, aksi super damai ini  GNPF tidak ketuk lagi pintu istana. “Kami pernah mengetuknya, dia tidak ada di rumahnya. Entah kemana, didatangi nggak ada. Nggak diundang datang,” ujar Bachtiar disambut gelak tawa jamaah.