Kegiatan di gerai salah satu bank syariah. Foto: Bank Syariah Bukopin

Bank Syariah Bukopin Manfaatkan Cabang Induk

[sc name="adsensepostbottom"]

Bank Syariah Bukopin akan memanfaatkan cabang induk untuk pemasaran produk dan pembiayaan mikro.

Direktur Utama Bank Syariah Bukopin Riyanto menuturkan, pihaknya terus berupaya melakukan langkah strategis guna mendorong pertumbuhan BSB, salah satunya bersinergi dengan Bank Bukopin. Ke depannya sinergi ini akan ditingkatkan dengan perluasan jaringan layanan melalui layanan syariah bank di cabang Bank Bukopin.

“Layanan bank syariah ini akan berfungsi sebagai cabang pembantu BSB, jadi tidak hanya terbatas melayani transaksi sederhana seperti setor dan tarik tunai, tapi akan melayani pula pembiayaan dan pemasaran produk lainnya. Dengan ini nasabah yang kami layani bisa lebih luas,” katanya dalam Tasyakuran Milad ke-8 BSB, Jumat (9/12).

Selain itu, sinergi dengan Bank Bukopin juga akan dilakukan untuk pembiayaan mikro dengan memberdayakan Layanan Mikro Bank Bukopin, yang akan melayani dan menyalurkan pembiayaan mikro BSB. “Outlet mikro Bank Bukopin ini juga sebagai titik pemasaran produk BSB,” ungkap Riyanto, yang menargetkan layanan bank syariah di Bank Bukopin akan berkontribusi bagi bisnis BSB hingga 30 persen.

Direktur Bisnis BSB Aris Wahyudi mengatakan, saat ini sudah ada 64 layanan bank syariah di Bank Bukopin. Pada tahun depan pihaknya akan mengajukan penambahan 60 layanan bank syariah kepada Otoritas Jasa Keuangan, yang akan tersebar di seluruh Indonesia. Sementara, untuk outlet mikro antara 20-30 unit.

Degan penambahan outlet layanan bank syariah, maka BSB pun nyaris tidak mengeluarkan biaya operasional. Pasalnya jika membuka kantor cabang setidaknya BSB harus menggelontorkan dana hingga Rp 10 miliar. “Biaya operasional layanan bank syariah paling hanya di SDM dan laptop. Di outlet ini kami akan kasih marketing untuk pembiayaan dan penghimpunan dana,” kata Aris.

Di sisi lain, BSB pun berencana akan tetap menambah kantor cabang di tahun depan. Aris mengungkapkan, pihaknya menargetkan membuka minimal dua kantor cabang. BSB kini juga tengah membidik dua kota sebagai lokasi calon kantor cabang baru, yaitu Pekanbaru dan Denpasar.

“Kami sudah mapping kota dan saya lihat yang positif dengan kondisi sekarang adalah Pekanbaru dan Denpasar, sedangkan kota yang lain menurun. Di Pekanbaru kami sudah punya calon nasabah yang kami siapkan terutama dari amal usaha Muhammadiyah. Sementara, Denpasar dengan pariwisata lokal saja dia sudah bisa hidup,” pungkasnya.